oleh

Komitmen Bersama Relawan Jelang Pemilu

PALEMBANG – Jelang pemilu 2019 mendatang. Semua relawan yang tergabung dalam kubu kedua capres dan cawapres menggelar deklarasi damai. Presiden Palembang Brother, sekaligus penggagas Deklarasi Damai ini, Deny Tegar menegaskan. Agar semua relawan jangan mengkampanyekan keburukan dari masing-masing calon.

“Kalau kita berkampanye baik artinya presiden kita baik dari yg baik. Bagi relawan yang sudah ada mandat bergerak dengan damai aman. Siapapun terpilih itulah presiden kita yang harus didukung dan taati,” kata ustad Deny Tegar.

Deklarasi malam ini  mengusung pilpres damai. Palembang brother tidak sedarah tapi bersaudara. Diikuti oleh semua relawan yang antusias untuk mensukseskan pemilu damai. “Kami sampaikan bahwa kita semua bangsa RI. Warganya saudara yang diikat dengan persatuan. Jangan saling ribut. Capres saat ini adalah putra terbaik bangsa. Selalu kampanyekan no 1 baik no 2 baik agar yang terpilih presiden yang baik,” katanya

Sementara itu, Direktur Relawan Jokowi-Ma’ruf Amin, Suparman Romans menegaskan jika kita ingin masyarakat stabil dan kondusif. “Sudah kewajiban kita bersama. Meski kita jaga tetap kondusif agar semangat persatuan dan kesatuan tetap terjaga. Ini bukan sekedar berwacana tapi akan benar-benar dilakukan, terutama bagi relawan,” pungkasnya

Lanjutnya, kami akan melakukan penggalangan suara dengan menarik simpati. Bukan dengan cara yang tidak elegan dan mendeskriditkan pihak lain. “Intinya kami akan berkomitmen menjalankan deklarasi damai ini,” ungkapnya.

Senada dengan Ketua Telawan Nasional PAS. Ustad Muhammad Jamil akan berkomitmen menjalankan Deklarasi Damai ini. “Kami akan mengingatkan semua relawan dan kita sangat apresiasi. Semoga ini menjadi pemicu untuk kedamaian. Sama-sama menghindari hoax dan black campign. Ssehingga benar-benar terwujud kedamaian di Sumsel ini menjelang pemilu 2019,” tukasnya.

Kapolresta Palembang, Kombes Polisi Wahyu Bintono, sangat mengapresiasi kegiatan ini. “Tentu kegiatan malam hari ini yang dihadiri rekan relawan memiliki makna yang sangat dalam. Bagaimana ini bisa jadi awal dari seluruh komponen masyarakat kota Palembang. Bahwa saat ini semakin dekat dengan tahapan inti 17 april,” kata Wahyu.

Menurutnya ini bisa jadi landasan bagi masyarakat Kota Palembang. Bahwa mereka kompak dan solid dan tidak perlu dikhawatirkan terjadi perpecahan. “Terbukti didunia maya dan masyarakat. Saat ini seperti perang tapi faktanya tidak ada. Hanya dimedsos saja, tapi praktiknya damai-damai saja,” ungkapnya.

“Mau ribut di medsos silahkan. Tapi jangan sampai melanggar UU ITE. Ada unsur ujaran kebencian dan berita hoax, relawan dari kedua kubu jangan terpancing. Saring sebelum sharing,” tambahnya.

Lanjutnya, elang pemilu pasti ada potensi konflik. Maka dari itu mari kita kelola agar meminimalisir itu.Ada 3 hal yang perlu dipeehatikan yakni politisasi isu sara, black campaign dan politik uang. “Ya saya rasa di Palembang. Bukan hubungan antar agama yang jadi potensi konflik. Tapi inter agama itu sendiri, kita jaga agar di Palembang tidak terjadi. Jangan mau dipolitisasi oleh kepentingan tertentu,” tegasnya

Komisioner KPU Sumsel Divisi Parmas dan SDM, Amrah Muslimin, mengatakan. Jika ini momentum dimana dua relawan yang bersatu meskipun berbeda pilihan. Kita tunjukkan deklarasi damai ini akan berjalan dan diikuti oleh daerah2 lain di Sumsel. “Ini bisa jadi contoh untuk wilayah lainnya,” cetusnya.

Kami ingin berkomitmen sekuat mungkin menjalankan pemilu tegak lurus. Dan ini perlu support dari semua. “Bantu kami melakukan pemilu dengan baik dan benar sesuai aturan. Mudah-mudahan dengan komitmen kita bersama Sumsel sukses gelar pemilu 2019,” tutupnya. (Cj15)

Komentar

Berita Lainnya