oleh

Kompak, Bapak-Anak Simpan 2 kg Sabu

SUMEKS.CO, PALEMBANG – Dua terdakwa yang merupakan bapak dan anak asal Kabupaten Muara Enim, Sumsel bernama Sapudin dan Asmara terancam pidana penjara maksimal seumur hidup lantaran kedapatan menyimpan narkotika jenis sabu sebanyak 2 kg dan 720 butir pil ekstasi (ineks).

Kedua terdakwa dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel Rini Purnamawati SH, Kamis (21/1) melalui video virtual di hadapan majelis hakim diketuai Syahri Adami SH MH dengan agenda pembacaan dakwaan sekaligus menghadirkan saksi-saksi petugas BNNP Sumsel yang menangkap kedua terdakwa.

Di hadapan majelis hakim ketiga saksi tersebut mengatakan bahwa telah melakukan penangkapan terhadap kedua terdakwa pada Oktober 2020 lalu.

Adapun kronologi penangkapan bermula saat pihak BNNP mendapat laporan dari masyarakat bahwa kedua terdakwa menyimpan sabu di rumah terdakwa Sapudin.

Mendengar hal tersebut, petugas BNNP pun mendatangi rumah Sapudin di Desa Berugo Kab Muara Enim dan melakukan penggeledahan serta mwnemukan barang bukti berupa dua bungkus plastik kemasan teh Cina yang berisikan narkotika jenis sabu dengan berat 1,994 gram dan 720 butir ekstasi.

Namun saat melakukan penangkapan Sapudin mengaku bahwa anaknya Asmara sedang mengantarkan sabu ke Palembang.

Dari nyanyian Sapudin inilah pihak BNNP Sumsel pun langsung melakukan penangkapan pada Asmara di Jl Ki Moragan Kertapati.

“Kami menangkap Asmara dari pengembangan kasus terdakwa Sapudin saat melakukan penangkapan dirumahnya,” ucap Supari.

Menurut pengakuan kedua terdakwa awal mula barang tersebut ada di pihaknya lantaran teman terdakwa Asmara yang bernama Nawar ( DPO) ingin menitipkan sabu dan ekstacy di rumah orang tua terdakwa Asmara dengan upah Rp1 juta.

Mengetahui hal tersebut, terdakwa Asmara pun memberitahu sang ayah terdakwa Sapudddin dan menyetujui penyimpanan tersebut.

Sehingga akibat perbuatannya kedua terdakwa ini terancam pasal 112 ayat 1 UU No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun oenjara atau seumur hidup.

Usai mendengarkan keterangan saksi, majelis hakim pun menunda persidangan hingga Kamis pekan depan dengan agenda masih mendengarkan keterangan saksi lanjutan. (fdl)

Komentar

Berita Lainnya