oleh

Kompak Cleanup Day Sedunia di Sungsang Bersih Menanti Wisatawan

BANYUASIN – Aksi serentak bersihkan sampah yang di laksanakan untuk kedua kalinya. World Clean Up Day Indonesia. Berlangsung dukungan penuh warga Sungsang.

Dalam pelaksanaanya, pemerintah kabupaten Banyuasin melalui pihak kecamatan Banyuasin II. Yang di pimpin langsung Camatnya.

Melakukan aksi itu secara gotong royong. Serta memilah sampah organik dan non organik dari rumah yang juga di lakukan warga kecamatan itu.

Terlihat dalam aksi nyata itu, sejak 12 September dan sampai puncaknya Sabtu, 19 September 2020.

Relawan, Polisi-TNI, Pemerintah setempat hingga warga Desa. Turun kebawah jalan jerambah. Bahkan bawah rumah yang berada di bantaran Muara Sungai Musi itu.

Mereka turun dengan membawa karung, untuk memasukkan sampah-sampah yang berada di lima Desa yang gelar aksi serentak.

Sejak beberapa hari itu. Sampai berton ton sampah pun berhasil di kumpulkan.

Nyata, tampak berbeda susana lingkungan sebelumnya.

Dari masuk kawasan Desa Marga Sungsang, hingga sampai ke Desa Sungsang Empat bersih. pun kampung yang di kenal tempat bermukimnya para nelayan itu. Terasa indah di pandang mata.

Camat Banyuasin II, Salinan yang juga turun untuk memungut sampah. Sangat bangga atas semangat masyarakatnya yang sadar akan lingkungan bersih dan sehat.

“Dulu banyak sampah,”

“Sekarang kompak kami bersihkannya,”

“Semoga makin semangat gotong royongnya,” ucap Salinan di sela kegiatan.

Salinan juga mengungkapkan, aksi ini merupakan program nyata yang selaras dengan visi dan misi Bupati Banyuasin H Askolani dan wakil Bupati Banyuasin H Slamet.

Untuk menjadikan Sungsang, Desa nelayan yang bersih dan Desa Ekowisata nomor satu khususnya di Indonesia.

“Desa Ekowisata ini,”

“Siap untuk di datangi para wisatawan,”

“Kuliner, wisata Mangrove, Pantai Hitam, sampai tempat memancing juga ada.”

“Semua akan lebih persiapkan fasilitasnya,” ungkap Salinan.

Termasuk, Bank sampah yang di kelola saat ini. Untuk dapat menjadi suatu pemasukan atau nilai tambah ekonomi bagi masyarakat Sungsang.

Sehingga, lingkungan bersih dan sampah lebih bermanfaat, untuk dapat di olah kembali.

“Kalau nabung sampah,”
“Semakin banyak, tabungannya pasti bertambah,”
“Satu kilo sampah Plastik Botol saja 800 rupiah,”
“Dan bahkan ada kupon berhadiah motor,”
“Setiap lima kilo sampah yang ditabung,”tutupnya.

Sementara itu, ketua PKK Kabupaten Banyuasin, dr Srifitriyanti Askolani sangat mendukung. Kegiatan yang sangat bermanfaat itu terlebih adanya Bank Sampah.

Agar dapat menjadikan Desa Ekowisata itu sehat, dan semakin maju dalam pengembangan wisatanya.

Yang dapat menjadi sektor penambahan pemasukan ekonomi yang baik bagi warga. Serta pengembangan usaha kuliner makanan khas daerah. Hingga dapat di kenal dunia.

“Pastinya kita dukung,”
“Semoga makin maju dan masyarakat makin sejahtera,” tutupnya. (bun)

Komentar

Berita Lainnya