oleh

Kompak, Pengamanan Pemilu oleh Tim Gabungan TNI- Polri

-Headline-1.584 views
LAHAT – Apel Dansat di Mako Secata/Secaba Rindam II/Swj kelurahan Pagar Agung kecamatan Lahat berakhir , Rabu (6/3). Sebelum ditutup Panglima Kodam II/ Sriwijaya Mayjen TNI Irwan S.Ip M.Hum. Digelar simulasi pengamanan pemilu oleh tim gabungan TNI-Polri.

Pantauan di lapangan, tampak simulasi berjalan lancar. Terlihat Dalmas Polres Lahat dan Pleton huru hara Kodim 0405 Lahat, kompak mengamankan kantor KPUD Lahat. Yang diserang pengunjuk rasa yang tidak terima hasil penghitungan suara.

Simulasi diawali dengan adanya sekelompok massa yang tidak puas dengan hasil pemilu. Lalu massa mendatangi kantor KPUD Lahat. Massa yang akan datang dihadang Babinkabtibmas dan babinsa untuk negosiasi. Namun gagal dan massa bertambah banyak meminta pembatalan keputusan atau penghitungan ulang. Untuk menjaga keamanan, dikirimkan Dalmas Polres Lahat dan Pleto anti huruhara untuk menghadang massa.

Massa yang sudah berbuat anarkis berhasil dipukul mundur. Setelah aparat gigih menghalau dan dibantu kekuatan menggunakan mobil rantis/ water canon dan pasukan penembak.

Pengamanan Pemilu
Simulasi pengamanan Pemilu. Foto: Agustriawan/Sumatera Ekspres

Terkait dengan pelaksanaan Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden pada bulan April 2019 mendatang. Pangdam II/ Sriwijaya Mayjen TNI Irwan S.Ip Mhum mengatakan. Bahwa sukses atau tidaknya penyelenggaraan Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden di wilayah Sumbagsel akan menjadi salah satu barometer. Untuk memperkirakan warna lembaran-lembaran sejarah demokrasi di wilayah Sumbagsel di masa mendatang.

Oleh karena itu, sambung Pangdam, Kodam II/Swj beserta jajarannya sangat berkepentingan untuk mengawal dan menjaga jalannya pemilu. Sekaligus memberi jaminan ketertiban dan kenyamanan bagi masyarakat. Dalam memperoleh dan menyalurkan hak-hak politiknya. Tanpa mengabaikan netralitas TNI yang sudah menjadi komitmen sejak awal.

“Netralitas TNI telah menjadi jiwa, nafas dan sikap yang ditunjukkan oleh seluruh Prajurit TNI AD dalam kehidupan sehari-harinya. Netralitas bagi TNI AD telah final dan tidak perlu diperdebatkan ataupun diragukan kembali. Loyalitas TNI AD harus tegak lurus ke atas secara hierarkis sesuai amanat Konstitusi,” ungkapnya.

Saat menutup kegiatan apel Dansat, Pangdam II/Sriwijaya juga berpesan kepada para Dansat harus mampu menjadi cermin bagi anggota. Mengendalikan hawa nafsu. Menjadi panutan bagi anggota dan memiliki rasa malu untuk berbuat yang tidak baik.

“Binsat dan kepemimpinan lapangan inilah yang menjadi salah satu kunci keberhasilan seorang Dansat dalam membina satuan yang dipimpinnya. Pimpin dan latihlah seluruh anggota agar menjadi prajurit hebat. Yang menjadi kebanggaan dan dapat diandalkan”, tegasnya.

Dalam kegiatan Apel Dansat, berbagai macam materi dan pembekalan. Pada hari terakhir kegiatan Apel Dansat, seluruh peserta Apel Dansat melaksanakan kegiatan materi menembak pistol dan menembak senapan dan lainnya.(gti)

Komentar

Berita Lainnya