oleh

Kondisi Pelabuhan Ferry Sejak Dipindah ke TAA

KEBERADAAN Pelabuhan Ferry Tangga Buntung yang terletak di 35 Ilir Palembang difungsikan cukup lama, hingga akhirnya dipindahkan ke Tanjung Api-Api (TAA) pada 2013 silam.

M NABA ANWAR – Palembang

Berikut penuturan warga sekitar kepada wartawan SUMEKS.CO

Alasan pemindahan pelabuhan ini terkait jarak tempuh yang diefektifkan. Jika dahulu penyeberangan dari Tangga Buntung memakan waktu selama 8-12 jam, dari Tanjung Api-api hanya menempuh waktu kurang lebih 3 jam menggunakan kapal Ferry.

Kamis siang Pukul 11.00 WIB wartawan SUMEKS.CO menyambangi Pelabuhan Ferry Tangga Buntung yang sudah lama tidak beroperasi untuk melihat dari dekat keadaannya dan aktivitasnya pascapemindahan 9 tahun lalu.

Keadaan pelabuhan itu kini menjadi tua karena tidak beroperasi lagi. Jembatan penyeberangan kapal Ferry di tepian dan tempat untuk kapal menepi menjadi besi tua berkarat. Tempatnya sekarang menjadi sepi karena jarang yang berkunjung. Di pelabuhan itulah puluhan pedagang dan profesi lainnya mengais rezeki.

Arik, salah seorang warga sekitar yang berprofesi sebagai ojek online menuturkan, sejak dulu ketika pelabuhan masih beroperasi terdapat banyak pedagang yang mengais rezeki, diantaranya pedagang kaki lima, warung kecilan, jajanan pasar, pedagang jamu, hingga pengamen mencari rezeki di tempat itu.

Selain itu terdapat juga calo tiket yang menggantungkan hidupnya di sana. Tiket yang didapatkan membeli engan harga murah lalu dijual kembali. Namun kini, saat pelabuhan dialihkan para pedagang dan calo tiket kini berpindah tempat mencari rezeki, sebagian besar pedagang pindah ke Dermaga Tangga Buntung, dan sebagian calo tiket pindah ke Pelabuhan Tanjung Api-api.

“Setahu saya, pedagang pindah ke Dermaga Tangga buntung di sebelah, kalau calo ke Tanjung Api-Api. Selebihnya saya tidak tahu,” tukasnya. (*)

Komentar

Berita Lainnya