oleh

Konflik Batas Wilayah Kedaton dengan Cinta Jaya, Srinanti dan Sukadamai di Mediasi 

-Sumsel-1 views

KAYUAGUNG- Mediasi tindak lanjut demo batas antar Kelurahan Kedaton Kecamatan Kota Kayuagung dengan Desa Cinta Jaya, Srinanti serta Sukadamai Kecamatan Pedamaran digelar di Ruang Rapat Bende Seguguk (RRBS) III Setda Kabupaten OKI, Kayuagung Senin (22/7).

Ada beberapa poin penting diantaranya pengaturan waktu pengumpulan berkas terkait lahan yakni Kelurahan Kedaton yang dijadwalkan dari tanggal 23 hingga 29 Juli 2019, sedangkan untuk Desa Cinta Jaya, Srinanti dan Sukadamai dijadwalkan sepekan setelah Kedaton. 

Sejumlah dokumen ini sendiri kemudian diserahkan ke Pemkab OKI melalui Bagian Pemerintahan untuk diproses lebih lanjut.

Tokoh masyarakat Kedaton Ismail Dali mengatakan,  keraguannya terhadap SK Bupati Tahun 2012. Ismail menilai saat ditetapkan surat keputusan yang ditandatangani Bupati sebelumnya, Ishak Mekki, masyarakat setempat merasa tidak dilibatkan sepenuhnya.

“SK Bupati tahun 2012 tidak ditetapkan secara arif dan bijaksana serta terkesan tidak transparan,” terangnya.

Tokoh masyarakat lainnya Abdul Kadir meminta peta batas kelurahan bukan hanya menggunakan SK Bupati, namun mengacu pada beberapa dokumen peta marga yang dimiliki warga Kedaton.

“Penetapan wilayah hendaknya bukan hanya berpatokan pada SK Bupati saja, kami justru menginginkan peninjauan ulang batas wilayah masing-masing,” ungkapnya.

Terpisah Kepala Bagian  Pemerintahan Setda OKI, Hendri mengatakan dalam rapat mediasi yang dihadiri Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Kabupaten OKI Antonius Leonardo, Camat Kota Kayuagung Dedy Kurniawan.

Beserta tokoh masyarakat ini mengagendakan pengumpulan sejumlah dokumen versi kedaton berupa peta pesirah, kesepakatan dengan Desa Lubuk Dalam, serta kesepakatan dengan Desa Teloko.

“Meski demikian, kami berharap sejumlah dokumen antara Kedaton, Cinta Jaya, Srinanti, dan Sukadamai dapat lebih dilengkapi lagi agar  kedua pihak dapat menjelaskan versinya masing-masing pada pertemuan selanjutnya. (uni)

Komentar

Berita Lainnya