oleh

KONI Diminta Bereskan Laporan Pertanggungjawaban Keuangan

JAKARTA ‐ Ada tuntutan dari pemilik suara KONI Pusat kepada kepengurusan Tono Suratman yang akan berakhir. Mereka minta laporan penggunaan uang APBN harus diselesaikan lebih dulu sebelum ganti kepengurusan. Mengingat, sampai saat ini laporan Pertanggungjawaban penggunaan uang rakyat itu belum beres. Sementara Musornaslub sudah harus dilaksanakan pada 2 Juli nanti.

KONI Pusat harus bereskan laporan penggunaan uang rakyat tersebut karena sempat menjadi temuan Badan Pemeriksaan Keuangan alias BPK. “Laporan juga harus diaudit akuntan publik resmi yang diakui negara. Sama seperti induk-induk organisasi (PB/PP) yang diwajibkan memberikan laporan pertanggungjawaban penggunaaan dana APBN yang disalurkan Kemenpora,” ucap Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Boling Seluruh Indonesia (PB PBI), Jimmy Senduk.

Ketum KONI Sumatera Barat Syaiful Yahum menambahkan, laporan pengguna dan dana APBN itu sangat penting dan bisa memperngaruhi pelaksanaan Musornaslub. Sesuai AD/ART KONI Pusat pasal 25 disebutkan ada dua agenda yakni laporan pertanggungjawaban dana dan pemilihan Ketua Umum KONI Pusat periode 2019-2023.

“Laporan pertarungangjawaban yang diminta Kemenpora itu harus diselesaikan. Bagaimana mau dilanjutkan agenda pemilihan ketua umum dalam Musornalub kalau anggota menolak laporan pertanggungjawaban pengurus KONI Pusat. Ini akan memperburuk citra KONI ke depan,” jelasnya.

Berbicara masalah adanya keinginan untuk calon tunggal dalam Musornaslub itu, Syaful secara tegas menolak. Sebab, dia tidak ingin apa yang dialami Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman terulang kembali. “Berkaca pada pengalaman di Musornas Papua 2014 lalu itu, Pak Tono kan dijadikan calon tunggal. Jadi, kami tidak ingin terulang kembali, ” ujarnya.

Soal adanya calon tunggal yang dilontarkan Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman melalui surat tertulis setelah menerima laporan evaluasi Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP), kata Jimmy Senduk, tidak sesuai dengan aturan main. “Yang benar itu, TPP menyerahkan hasil verifikasi yang sudah dilakukan kepada panitia Musornalub. Keputusan ada atau tidaknya calon tunggal itu ditentukan dalam rapat peserta Musornaslub,” jelasnya.

Pada Musornaslub kali ini, TPP menerima ada dua pendaftar yang mencalonkan diri sebagai calon ketua umum KONI Pusat periode 2019-2023. Yakni, Wakil Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Muddai Madang dan mantan Ketua Umum PB TI Marciano Norman.(kmd)

Komentar

Berita Lainnya