oleh

KONI Geram, Tuding Pemda Kirim Atlet Diduga Siluman

SUMEKS.CO – Kemelut antara Pemerintah Kabupaten Muratara dengan kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Muratara semakin memanas. Jika sebelumnya, KONI Muratara memutuskan tidak mengikuti Porprov Sumsel.

Berbeda lagi dengan Pemda Muratara melalui Dinas Pemuda dan Olah Raga yang mengirim perserta, tanpa persetujuan KONI.

Subandri Sekjen Koni Muratara melalui vidio  yang viral dan beredar di media sosial, Minggu (17/11) mengungkapkan, bahwa pihaknya mengecam keras langkah yang diambil Pemerintah Muratara. Karena mengirim kontingen atlet tanpa persetujuan KONI.

Menurutnya, KONI Muratara sudah mengeluarkan surat keputusan tidak akan memberangkatkan peserta ke Porprov Sumsel di Prabumulih lantaran tidak tersedianya anggaran.  Subandri mengaku, KONI tidak serta merta menentukan sikap, mengeluarkan keputusan itu tanpa sebab.

“Kami mengikuti ajang multi event di Pemprov Sumsel, punya tahapan pelatihan dan pembinaan atlet. Saat penentuan anggaran, kami mengusulkan anggaran khusus untuk Porprov tapi tidak disetujui bupati,” cerita Subandri.

Kronologis keluarnya keputusan KONI tidak mengirimkan peserta ke Proprov Sumsel setelah mereka menyampaikan secara langsung kondisi anggaran semua Cabor di Muratara.

Cabor merupakan arus bawah bagian dari KONI secara langsung menyatakan sikap dan memutuskan, agar pengurus KONI kembali melakukan audiensi dengan Bupati Muratara,  Tujuannya, untuk penambahan anggaran khusus.

“Kami sampaikan surat permintaan audiensi itu dan kirimkan ke protokol, ajudan, dan asisten untuk meminta audiensi dengan bupati secara langsung. Tapi surat usulan audiensi itu ditolak Bupati,” katanya.

Karena tidak ada cara lain, dengan berat hati KONI Muratara menyampaikan ke seluruh Cabor agar tidak mengikuti Porprov Sumsel 2019, akibat tidak ada anggaran.‎

“Kami sangat mendukung untuk kemajuan Muratara. Tapi harus sesuai aturan dan mekanisme yang berlaku karena KONI juga punya aturan tersendiri,” bebernya.

Subandri mengungkapkan, sekitar 105 atlet yang diberangkatkan mengikuti Porprov Sumsel 2019 di Prabumulih dari wilayah Muratara, terindikasi merupakan atlet yang diduga palsu.

“Atlet yang dikirim bukan atlet KONI Muratara, anak-anak binaan KONI sudah prustasi karena masalah ini. Kami akan menuntut pemalsuan tandatangan dan siapa yang merekomendasikan keberangkatan atlet itu ke Proprov Sumsel itu,” tegsnya.

Karena KONI Muratara, lanjutnya, tidak pernah merekomendasi itu

Sebelumnya, Bupati Muratara H Syarif Hidayat saat dikonfirmasi mengenai kemelut yang terjadi antara keputusan Pemda dengan KONI Muratara mengaku bahwa pemerintah dan KONI tidak pernah berseberangan, keduanya sama-sama ingin memajukan Muratara.

“Tidak ada itu (bersebrangan, red) kita ini satu, dan kita pastikan Muratara ikut Porprov Sumsel,” tegasnya usai mengikuti pelantikan 8 kepala desa di Muratara, Jumat (15/11).

H Syarif Hidayat meminta seluruh lapisan masyarakat di Muratara, agar terus mendukung dan mendoakan perwakilan atlet dari Muratara yang bakal tampil dalam Porprov Sumsel.”Intinya kita sama-sama berdoa dan mendukung atlet yang dikirim, supaya menang dalam lomba disana. Muratara aman tidak seperti itu,” tutupnya. (cj13)

Komentar

Berita Lainnya