oleh

Konseptor Robot Penanganan Pasien Covid 19 Ingin Jadi TNI

SUMEKS.CO- Palembang- Pinjam uang buat makan dan bantu adik sekolah. Dilakukan Darma Sandy demi mencapai cita-citanya, untuk menjadi anggota TNI.

Salah satu konseptor perancang Robot di Universitas Sriwijaya ini. Sosok anak kuliah yang pantang menyerah, untuk membantu kedua orang tuanya.

Saat lulus masuk ke kampus negeri di kota pempek. Mahasiswa yang akrab di panggil Sandy. Sempat menyambi kerja sebagai ojek online.

Anak ke dua dari pasangan Kamaludin dan Zuriah itu. Berasal dari Kabupaten Musi Banyuasin.

Walaupun kedua orangtuanya hanya sebagai petani di Desanya. Tetap berupaya untuk dapat menyekolahkan anaknya hingga ke perguruan tinggi.

Sambil belajar di kampus, ia masuk dan bergabung dalam Club Robotika Teknik Elektro, Fakultas Teknik.

Sandy bercerita, dulu ketika ia sedang mengalami kesulitan uang. Untuk mencukupi kebutuhan kuliah, bayar kos serta makan.

Ia sampai sempat meminjam uang kepada rekan-rekannya di Club itu.

“Orang tua saya tidak bisa kirim uang,”

“Kondisi keuangan lagi sulit saat itu,”

“Adik saya dua orang masih sekolah,”

“Alhamdulillah semua membantu termasuk para Dosen dan senior pembimbing saya,” ucap Sandy saat sedang mempersiapkan para Robot untuk ajang lomba Kontes Robot Indonesia Awal Oktober 2020 secara Virtual di Kampus Universitas Seiwijaya, Kota Palembang, Jumat (25/9).

Darma Sandy, konseptor robot Covid-19
Tim Robotik Unsri

Belajar membuat robot terus di ikutinya. Sambil bekerja menjadi ojek online.

Mahasiswa Teknik itu, kerap menyisihkan uang penghasilannya untuk kuliah dan dua adiknya yang masih sekolah.

Semangat terus berkobar dilakukan Sandy, untuk dapat terus berkarya membuat Robot.

Hingga tim dan Clubnya mendapatkan prestasi memenangkan lomba Robotik ke kancah nasional.

Saat ini, Sandy telah fokus untuk terus membuat Robot. Dan mandapatkan tambahan penghasilan, dengan bekerja membuat karya-karya pesanan dari pihak swasta dan perorangan.

“Lumayanlah penghasilan saya itu,”

“Bisa bantu orang tua juga,”

“Saya sangat di dukung teman-teman Club Robotik ini,”kata Sandy Mahasiswa Semester 5 itu.

Torehan prestasi kembali di dapatkan Sandy. Salah satu karyanya bersama rekannya di Club Robotik itu.

Lolos seleksi masuk ke lomba tingkat Nasional. Kontes Robot Indonesia, yang akan di gelar awal bulan Oktober 2020 ini.

Robot yang Sandy buat bersama sembilan rekannya yaitu Evan, Udin, Syukron, Yusuf, Rosidi, Dimsyar, Gilang, Adam, Namira.

Adalah robot pemindah pasien Covid 19.

robot dengan prototype ide sebagai robot relawan Covid-19.

Sebagai seorang konseptor dan pembuat Robot. Dirinya terinspirasi karna kondisi saat ini.

Bahwa, sangat perlunya untuk membantu tim para medis. Agar dapat aman dari bahaya Covid 19 dan mempermudah para tenaga kesehatan dalam bekerja.

“Karna kondisi kami berinsfirasi,”

“Menciptakan Robot itu,”ungkapnya

Sandy, yang sejak sekolah bercita-cita menjadi seorang TNI. Berharap hasil karyanya bersama tim di Club Robotik itu.

Dapat bemanfaat untuk orang banyak dan membanggakan kedua orang tuanya

“Pesan orang tua saya,”

“Teruslah belajar,”

“Kalau ada kesempatan lulus kuliah saya ingin jadi TNI,” Harapnya.

Robot pemindah pasien Covid 19.
aktifitas persiapan lomba

Bhakti Yudho Suprapto, salah satu pendiri sekaligus pembina di Club Robotik Universitas Sriwijaya.

Sangat mendukung dan mengapresiasi para mahasiswa kreatif yang ada di Club itu

Salah satunya Sandy, Bhakti sangat bangga atas apa yang dia lakukan untuk menambah ilmu di Universitas Sriwijaya.

Dengan keterbatasan ekonomi. Sandy tetap berupaya untuk bisa menorehkan prestasi dan membanggakan kedua orang tuanya.

“Kita pihak kampus,”
“Sangat mendukung dan membantu mahasiswa seperti Sandy,”
“Termasuk untuk membantunya agar terus dapat kuliah,” Kata Dosen di Fakultas Teknik Elektro itu.

Sebagai pembimbing, Bhakti juga berpesan kepada anak-anak didiknya, untuk tidak patah arang.

Dan bahkan, dirinya juga saat ini, tengah mempersiapkan, rancangan robot baru di tengah wabah pandemi Covid 19. Yang akan di buat para mahasiswa di Club itu.

“Robot pelayan mahasiswa,”

“Akan kita buat,”

“Salah satu strategi pencegahan Covid 19 di Kampus,” tutupnya.(bun)

Komentar

Berita Lainnya