oleh

Konser Amal Covid-19 Tidak Jaga Jarak, Bambang Soesatyo Minta Maaf

JAKARTA-Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Bambang Soesatyo meminta maaf karena konser amal corona bertajuk ‘Berbagi Kasih Bersama Bimbo’ pada Minggu 17 Mei 2020 malam menuai kritik.

Gelaran yang diinisiasi MPR, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) itu dinilai mengabaikan physical distancing.

Di media sosial, warganet menyoroti sebuah foto bersama para bintang tamu yang tak memakai masker dan tidak berjarak. Kritik pun turut dilontarkan oleh satu politikus, yakni Wasekjen Demokrat, Renanda Bachtar.

“Konser Amal Didi Kempot dari rumah yang patuh ikuti protokol COVID-19, [bisa] kumpulkan Rp 5,3 miliar. Konser BPIP yang dibuka Presiden Jokowi dengan tidak mengindahkan protokol COVID-19 hanya mampu mengumpulkan Rp 4 miliar,” cuit Renanda melalui akun twitternya, @renandabachtar.

Konser Amal Didi Kempot dari rumah yg patuh ikuti protokol Covid-19 kumpulkan 5,3 miliar. Konser BPIP yg dibuka Presiden Jokowi dgn tdk mengindahkan protokol Covid-19 hanya mampu mengumpulkan 4 miliar. BPIP kok ngasih contoh… Apa ikuti protokol Covid-19 itu tdk Pacasilais?

 Netizen dengan akun @HeraLoebbs juga mempertanyakan foto tersebut yang seolah berbanding terbalik dengan seruan pemerintah untuk mewajibkan masyarakat memakai masker.

“Kami dipaksa pakai masker, jaga jarak dan dilarang ke mana, sementara kalian malah berkumpul tanpa jarak, tanpa masker, berkonser ria di tengah pandemi, ini apaan, sih?#TerserahIndonesia,” cuit akun @HeraLoebbs.

Merespons hal itu, Ketua MPR, Bambang Soesatyo, meminta maaf dan memberikan klarifikasi. Bamsoet mengaku tak menyangka solidaritas masyarakat luar biasa untuk bisa saling membantu sesama. Menurutnya, sejak awal, semua pihak di studio sudah berupaya menjaga jarak.

“Saya mohon maaf. Itu semua salah saya yang tidak bisa menolak permintaan spontan teman-teman kru TV untuk berfoto bersama dengan saya dan musisi senior Sam dan Acil Bimbo. Karena saking senangnya acara yang melibatkan banyak tokoh dan dipersiapkan hanya beberapa minggu, berjalan lancar dan sukses,” kata Bamsoet Saat dikonfirmasi, Senin 18 Mei 2020.

Waketum DPP Golkar itu menyebut, jika ada yang patut disalahkan, maka dia yang salah, bukan orang lain di konser tersebut.

“Jadi, kalau ada yang perlu disalahkan dari acara maupun dari foto yang seolah-olah mengabaikan protokol kesehatan, sayalah orangnya. Bukan yang lain. Karena mereka telah bekerja sukarela tanpa honor termasuk Bimbo. Bahkan beberapa seniman, musisi dan kru serta anggota tim di antaranya merogoh kocek sendiri untuk menyukseskan acara Berbagi Kasih Bersama Bimbo,” kata Bamsoet.

Sebagai catatan, konser amal ini berhasil mengumpulkan donasi Rp 4.003.357.815 untuk membantu warga yang terdampak corona. Bamsoet juga membeli lukisan yang dilelang senilai Rp 150 juta.

Sementara motor listrik Presiden Jokowi laku dilelang senilai Rp 2.550.000.000. Pemenangnya adalah seorang pengusaha asal Jambi bernama M Nuh.

Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Din Syamsuddin juga mengkritik acara konser amal penggalangan dana virus corona bertajuk ‘Berbagi Kasih Bersama Bimbo’ pada Minggu itu.
“Kepada Pemerintah agar bersimpati dengan penderitaan rakyat yang mengalami kesusahan hidup karena menganggur sementara bantuan sembako tidak terbagi merata. Mengapa pada saat demikian, Pemerintah justru mempelopori acara seperti konser musik yang tidak memperhatikan protokol kesehatan, dan terkesan bergembira di atas penderitaan rakyat,” kata Din lewat keterangan tertulisnya, Selasa (19/5).
Di kesempatan ini, Din juga meminta kepada masyarakat Indonesia untuk mematuhi Fatwa MUI mengenai imbauan salat Idul Fitri di rumah. Ia mengingatkan agar warga tak memiliki pemikiran negatif mengenai larangan untuk beribadah di masjid, sedangkan banyak ditemui kasus kerumunan warga di beberapa tempat lain.
“Tidak perlu ada yang ‘membalas dendam’ terhadap ketidakadilan Pemerintah tersebut dengan keinginan berkumpul di masjid-masjid, sebagaimana yang banyak beredar di media sosial atau bertanya langsung,” kata Din.
“Kepada umat Islam, sebagai warga negara yang baik, untuk selalu menampilkan teladan yang baik (qudwah hasanah). Biar pihak lain melanggar, tapi kita dapat menahan hawa nafsu untuk tidak terjebak ke dalam kesesatan,” tambahnya. (kumparan.com/mui/

Komentar

Berita Lainnya