oleh

Konsumsi SKM Pada Balita Bisa Picu Stunting

Sumeks.co – Pemberian Susu Kental Manis (SKM) dapat berimbas negatif terhadap tumbuh kembang anak. Sebab, kandungan gula pada SKM cukup tinggi sehingga tidak baik untuk dikonsumsi.

Ironisnya, Ketua Harian Yayasan Abhipraya Insan Cendikia Indonesia (YAICI), Arif Hidayat mengungkapkan selama ini justru banyak yang beranggapan jika SKM itu sebagai susu. Makanya, tak sedikit orang tua yang akhirnya memberikan SKM untuk dikonsumsi anak dan balitanya.

“Padahal, ini tidak baik dan tidak dianjurkan untuk dikonsumsi, karena berpengaruh pada tumbuh kembang serta berakhir pada penyebab stunting,” ujar Arif saat menggelar diskusi Webinar bertema Lindungi Anak Indonesia dari Stunting di masa Pandemi Covid-19, beberapa waktu lalu.

Arif mengatakan dari survey yang dilakukannya di Batam dan Kendari, masih didapati anggapan masyarakat jika SKM adalah susu beraroma gula. Survey dilakukan setelah adanya kasus meninggalnya anak di Kendari pasca mengonsumsi SKM secara terus menerus.

Arif menjelaskan timbulnya anggapan masyarakat tersebut tak lepas dari gencarnya promosi produsen. Dalam iklan produk, ditampilkan juga bayi/balita sebagai modelnya. Sehingga, anggapan SKM sebagai susu terus menguat

Lebih parahnya lagi, SKM malah menjadi salah satu item pemberian bahan pangan yang dibagikan oleh pemerintah daerah, lembaga masyarakat dan lainnya kepada masyarakat dalam menghadapi Pandemi Covid-19.

“Kandungan gula dalam SKM hampir 50 persen dari komposisi. Seharusnya ada batasan jumlah konsumsi yang diperbolehkan dengan mempertimbangkan rentang usia,” katanya.

Ditambahkan Ketua Majelis Kesehatan PP Aisyiyah, Dra Chairunissa MKes, saat ini orang tua lebih memilih asupan gizi yang murah tanpa memperhatikan kandungannya. Apalagi di tengah Pembatasan Aktifitas Sosial, para orangtua ini cenderung berkurang pendapatannya.

“Anggapan masyarakat ini harus diubah. Karena jika dikonsumsi terus menerus bisa berbahaya terhadap tumbuh kembang anak. Harapannya ini bisa terus disosialisasikan. Termasuk mini market agar tidak meletakkan SKM di dekat Susu Anak,”tegasnya.

Sebab, berkaitan dengan angka stunting di Sumsel, tercatat mencapai 31 persen dimana Pemerintah Provinsi Sumsel terus mengupayakan untuk menekan angka stunting dimasa pandemi Covid-19 dengan target penurunan angka stunting sebesar 14 persen. (kos)

Komentar

Berita Lainnya