oleh

Kontingen Protes, Cabor Catur Dihentikan Sementara, Kabarnya Medali Bengkak!

PRABUMULIH – Pertandingan cabang olahraga (cabor) catur pada ajang Porprov di kota Prabumulih terpaksa dihentikan, hari ini, Kamis (14/11/2019). Pasalnya, beberapa Kontingen khususnya dari kota Palembang protes. Ada dugaan pembengkakan jumlah medali pada cabang olahraga tersebut.

Mereka menilai apa yang diterapkan dalam pertandingan menyalahi aturan dan tak sesuai dengan buku panduan Porprov XII Prabumulih yang dikeluarkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumsel.

Menurut mereka, para Technical Delegate (TD) Cabor Catur tidak mengacu pada buku panduan dimana semestinya 36 medali dengan rincian 12 emas, 12 perak dan 12 perunggu.

Tapi ternyata justru membengkak menjadi 36 medali emas, 36 perak dan 36 perunggu.

Atas protes ini, selanjutnya tim panitia meliputi KONI Sumsel dan dewan hakim harus melakukan rapat untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Walikota Prabumulih, H Ridho Yahya yang mendengar hal itu langsung turun ke venue catur.

Menurutnya, persoalan itu merupakan intern cabor dan merupaka masalah teknis saja.

“Tadinya kami pikir ini masalah tempat, penanggungjawab atau masalah venue, tapi ternyata masalah interen cabang olahraga. Kalau masalah itu kita tidak ikut campur,” tegasnya.

Walikota juga meminta semua pihak komitmen dengan hasil tiap pertandingan. Jika A maka harus diterapkan A dan jangan B.

Selain itu, lanjutnya, jangan sampai permasalahan tersebut membuat ada pihak mendapat medali lebih.

“Kita tidak senang dan sudah hubungi KONI Sumsel agar cepat diselesaikan dan atlet bisa bermain, tidak menunggu lama,” ungkapnya.

Sementara, inspektur pertandingan catur, H Mursili Tjik Aman membenarkan jika pada hari sebelumnya ada protes dari KONI kota Palembang terkait masalah medali itu.

“Pagi tadi sudah dikirim surat ke dewan hakim untuk membahas ini, pertandingan sementara ditunda menunggu keputusan dewan hakim, apakah itu 12 mendali emas atau 36 mendali emas?,” jelasnya.

Disinggung mengapa ada protes? Mursili mengatakan bahwa awalnya di buku panduan KONI provinsi itu 12 mendali karena saat rapat tidak melihat uraian di bawahnya yang berjumlah 36 mendali.

Di dalam rapat-rapat hal itu telah disampaikan pihaknya selaku Teknical Delegate (TD).

“Rapat terakhir sudah diperbaiki, namun ternyata tidak dikirim ke KONI kabupaten kota, jadi ada empat cabor salah medali, termasuk catur, dan ini di protes KONI Palembang,” tukasnya. (chy)

Komentar

Berita Lainnya