oleh

Korban DBD Bertambah

PAGARALAM – Korban serangan penyakit DBD yang tercatat oleh pihak Dinas Kesehatan Kota Pagaralam bertambah. “Per 23 Januari 2019 lalu terekam 13 kasus postitif DBD. Tidak lama, bertambah lagi tiga orang. Sehingga totalnya di Januari lalu menjadi 16 orang,” ujar Kadinkes Kota Pagaralam, Lily Ernani SE MKes. Melalui Kabid Pencegahan Penyakit Menular, Subur Wicaksono SKm, hari ini.

Upaya dari pihak Dinas Kesehatan melakukan fogging. Yakni pengasapan disekitar pasien yang positif DBD. “Dua lokasi pemukiman warga yang kita lakukan fogging oleh petugas pengendali penyakit. Yaitu di kawasan Swakarya Kelurahan Sukorejo dan Belakang PU Kelurahan Pagaralam,” katanya.

Subur mengatakan, pengasapan yang dilakukan ini beradius sekitar 100 meter dari kediaman penderita positif DBD. Tujuan fogging ini memang paling efektif membasmi nyamuk-nyamuk dewasa. Hanya saja, memiliki efek kurang baik bagi kesehatan. “Karena, fogging menggunakan cairan kimia. Saat fogging harus dijahui anak kecil. Hewan peliharaan. Dampaknya juga bisa menyebabkan sesak nafas,” beber dia.

Temuan kasus positif DBD ditegaskan Subur kemungkinan mutasi. Maksudnya, si penderita diduga sudah membawa bibit penyakit dari luar. “Hanya saja, setelah tinggal di Pagaralam, gejalanya baru muncul. Yang akhirnya demam atau mengidap DBD. Kasus DBD ini penderitanya didominasi anak anak dibawah usia 14 tahun,” terangnya.

Yang jelas, kenali gejala DBD ini, semisal demam tinggi yang berulang-ulang, bercak merah di kulit. “Kita harapkan dengan adanya gejala tersebut. Harus cepat ditangani secara medis karena bisa berakibat fatal,” pungkasnya. (ald)

Komentar

Berita Lainnya