oleh

Korban Diterkam Harimau di Dalam Wilayah Hutan Lindung

-Lainnya-141 views
LAHAT – Kepala Seksi BKSDA Wilayah II Lahat, Martialis Puspita KM S.Hut M.Si mengungkapkan bahwa hasil pengecekan tim BKSDA Sumsel terkait konflik harimau di Tanjung Sakti bahwa korban bernama Kuswanto. Diduga diterkam harimau jenis harimau Sumatera dari keterangan saksi. Keterangan saksi harimau itu berwarna putih dan bercorak kuning hitam pada sebagian bahunya.
Dijelaskannya bahwa lokasi kebun korban 7 km dengan pemukiman sedangkan jarak pemukiman ke kawasan hutan lindung 600 meter. Sehingga posisi kebun berada dalam kawasan hutan lindung.
“Saat ini tim menenangkan masyarakat dan menghimbau dalam beberapa waktu ke depan mengurangi aktivitas di kebun, segera melaporkan kepada petugas BKSDA Sumsel apabila terdapat perjumpaan dengan harimau baik jejak maupun aktivitas,” ujarnya.
Lanjutnya, tim juga segera berkoordinasi dengan KPH selaku pemangku kawasan terutama dalam upaya pemasangan kamera trap dan pendampingan serta sosialisasi kepada masyarakat penyangga kawasan hutan lindung,” ucapnya.
Lanjutnya bahwa beberapa faktor menyebabkan hariamau  turun. Seperti memang daya jelajah, pakan, kemarau, maupun kebakaran hutan dan lahan. “Namun untuk kejadian di Tanjung Sakti bahwa antara kebun warga dengan hutan lindung dalam satu kawasan,” ucapnya.
Sementara beberapa kasus pertemuan warga dengab Harumau diantaranya di Pendopo pada bulan Agustus lalu. Lau di Desa Talang Tinggu Muara Payang, pada awal November. Kemudian di kawasan Dempo. “Ini masih berdekatan dan satu kawasan hutan lindung,” ujarnya. Sementara untuk kejadian di tanjung sakti, memang agak jauh dari tiga lokasi sebelumnya. Kawasan hutan lindung di Tanjung sakti masuk di hutan lindung Gunung Patah.
Apakah harimau yang terlihat warga berbeda atau sama, pihaknya belum bisa memastikan namun memang tiga lokasi sebelumnya dan lokasi terakhir di Tanjug Sakti agak jauh.
Kapolres Lahat AKBP Ferry Harahap S.Ik melalui Kapolsek Tanjung Sakti Iptu Romadhon membenarkan kejadian tersebut. Dugaan kuat korban diterkam harimau. Namun pihaknya retap melakukan penyelidikan lebih lanjut. “Dari keterangan saksi dan olah TKP sementara dugaannya diterkam harimau,” ujarnya.(gti)

Komentar

Berita Lainnya