oleh

Korban Persekusi Mulai Kembali Garap Lahan

MURATARA-Awal 2019 puluhan kepala Keluarga Dusun V, Desa Air bening, Desa Pauh, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara, mengaku kini sudah bisa beraktivitas dengan tenang. Jika sebelumnya mereka sempat menjadi korban persekusi. Kini warga yang mayoritas sebagai petani ini mulai berani menggarap lahan.

Ketegangan warga pendatang dengan sejumlah kelompok warga lokal di Dusun V, Desa air Bening. Nampaknya telah usai. Puluhan warga pendatang, yang sebelumnya mendapat intimidasi kekerasan dan pengusiran di pertengahan 2018 lalu. Kini mulai beraktivitas dengan normal.

Giman, warga  Dusun V, Desa Air bening saat di hubungi, Senin (11/2) mengatakan. Sekarang mereka sudah mulai beraktivitas dengan tenang. Warga mulai menggarap ladang mereka dengan menanam padi darat. Meski tinggal dengan sejumlah keterbatasan. Pihaknya mengaku tetap optimis bisa menggarap lokasi kebun yang telah mereka usahakan.

“Sekarang sudah aman mas. Sejak pelaku ditangkap tidak ada lagi ancaman-ancaman. Kalau sebelumnya kami tidak berani berkebun. Tapi sekarang kami di sini sudah mulai menggarap padi darat,” katanya.

Dia mengatakan, saat ini kendala warga hanya sulit melintas. Karena kondisi jalan menuju ke permukiman mereka masih berupa tanah. Dan berlumpur ketika musim penghujan. Untuk penerangan di malam hari di permukiman mereka juga terbatas.  Namun kebutuhan listrik terbantu dengan Pambangkit listrik tenaga surya bantuan dari Pemerintah Daerah.

“Cuma jalan di sini memang sulit, karena masih jalan tanah. Kalau mau ke desa waktu jalan kering bisa sampai 25 menit. Tapi kalau musim hujan seperti sekarang bisa sampai satu jam,” ucapnya. (cj13)

Komentar

Berita Lainnya