oleh

KPAI: Kepala Daerah yang Tidak Bangun Sekolah Negeri Tak Usah Dipilih

SUMEKS.CO- Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan Retno Listyarti mengatakan bahwa tingkat sekolah negeri di Indonesia masih tidak merata. Pihaknya berharap para kepala daerah untuk memprioritaskan pembangunan sekolah negeri.

Namun, bagi kepala daerah yang tidak melakukan hal tersebut, menurut Retno, pada pemilihan selanjutnya tidak perlu dipilih lagi. Sebab, mereka sama saja menelantarkan hak pendidikan masyarakat.

“Menurut saya ini bisa menjadi kampanye. Daerah yang sekolah negerinya nggak bertambah, maka sebaiknya kepala daerahnya sebaiknya nggak usah dipilih lagi, karena tidak memiliki kepedulian terhadap pembangunan pemenuhan hak atas pendidikan,” ungkap dia dalam Rakornas PPDB Tahun 2020 secara daring, Rabu (5/8).

Dalam tiga tahun terakhir atau dalam periode 2017-2019, KPAI sendiri memonitor bahwa terdapat beberapa daerah yang meningkatkan kuantitas sekolah negeri. Salah satunya adalah dari DKI Jakarta.

“Ada daerah yang segera membangun sekolah negeri. Kota Bekasi 7 SMP, Tangerang 9 SMP, Kalbar di Pontianak 1 SMA, Jabar di Depok 1 SMA, DKI 7 SMK, saya dengar DKI Jakarta juga menambah jumlah SMK Negeri,” tutur dia.

Apalagi dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, Indonesia mewajibkan wajib belajar 9,1 tahun. Itu berarti, masih banyak anak di Indonesia yang lulusan SD. Hal ini disebabkan karena tidak meratanya satuan pendidikan negeri di daerah.

“Anak-anak yang tidak melanjutkan ke SMP atau SMA, ini karena tidak ada SMP atau SMA paling dekat negeri di wilayahnya, dia ngga punya uang kalau harus berangkat jauh, ini penting juga daerah-daerah membangun tambahan-tambahan sekolah negeri agar lama belajar itu semakin meningkat,” tuturnya.

Dia menuturkan, jika kepala daerah tidak menambah jumlah sekolah negeri di kawasannya, maka hal ini akan membuat kesenjangan sosial semakin terlihat. Di mana kelompok masyarakat miskin akan semakin terpinggirkan karena tidak mampu bersekolah di swasta.

“Dengan membangun sekolah negeri ini maka lama belajar meningkat, hak pemenuhan pendidikan terpenuhi, SDM kita kelulusannya meningkat. Kami apresiasi kepada daerah untuk penambahan jumlah sekolah negeri,” pungkas Retno.(jpg/jawapos)

Komentar

Berita Lainnya