oleh

KPK Bawa 5 Box Plastik ke Kantor Robi, Satu Koper dari Rumah Bupati

Usai Ditetapkan Sebagai Tersangka, Kantor Sepi

Palembang – Sejak ditetapkan KPK sebagai tersangka penyuap Bupati Muara Enim, seluruh karyawan PT Enra Sari milik Robi Pahlefi, Rabu (4/9) dikabarkan tidak masuk kerja. Informasinya, mendengar kabar pimpinan sekaligus owner perusahaan ditetapkan sebagai tersangka membuat seluruh karyawan malas dan sebagian ada yang merasa sedikit ketakutan.

Namun Rabu (4/9) sore sebagian karyawan terlihat datang ke kantor. Nampak salah satu karyawan masuk dengan menunjukkan id card kepada personel Sat Brimob yang berjaga di pintu pagar masuk kantor dan diminta untuk mendatangi salah satu ruang lantai dua.

“Biasanya rame Pak. Tapi setelah tahu info ditetapkan sebagai tersangka, karyawan banyak yang tidak hadir hari ini. Itu mungkin karena sedikit takut. Tapi nggak tahu juga kami, seperti biasa rame setelah dua bulan dijadikan kantor yang bersebelahan dengan rumah,” ujar salah satu penjual kaki lima di pintu masuk kantor.

Memang setiap sore hingga malam pedagang makanan yang berjualan di Jl Gajah Mada dan sekitarnya cukup ramai. Sekitar pukul 20.00 WIB, mobil Isuzu Panther warna hijau masuk ke halaman kantor dan menurunkan lima box plastik ukuran besar berisi berkas langsung diangkut ke lantai dua kantor. Tidak diketahui pasti darimana box-box tersebut berasal.

Sementara itu, sekitar pukul 23.00 WIB, tim KPK meninggalkan rumah Bupati Muara Enim yang berada di Jl Inspektur Marzuki. Tim KPK hanya membawa satu koper warna silver yang diduga berisi dokumen-dokumen penting terkait kasus yang melibatkan Bupati Ahmad Yani.

Dua mobil Toyota Innova nopol BG 1752 NO dan BG 1905 UQ warna hitam langsung meninggalkan rumah melalui pintu garasi samping dengan kawalan ketat dua personel Sat Brimob Polda Sumsel bersenjata lengkap menuju arah simpang Lapas Pakjo.

Tampak beberapa anggota keluarga dan kerabat Bupati ikut mengantar tim KPK naik ke mobil. Setelah pintu pagar samping ditutup, baik keluarga maupun kerabat tidak ada yang bersedia memberikan keterangan banyak ke awak media.

“Maaf Mas, pintu pagar mau ditutup,” ujar pria paruh baya itu. Saat ditanya dokumen atau berkas apa saja yang dibawa, pria tersebut menjawab tidak ada. “Tidak ada yang dibawa,” selorohnya sembari meninggalkan kerumunan media.(dho/tejok)

Komentar

Berita Lainnya