oleh

KPK Benarkan Firli Melanggar Etik

JAKARTA – Sempat memberikan keterangan pers kepada wartawan di Gedung Setneg, Rabu (28/8), mantan Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Irjen Firli Bahuri, tetap dinyatakan melakukan pelanggaran setelah bertemu dengan mantan Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Zainul Majdi.

Penasihat KPK Muhammad Tsani Annafari memastikan Firli telah melakukan pelanggaran etik tingkat berat. Hasil itu juga sudah diputuskan oleh Dewan Pertimbangan Pegawai (DPP) KPK.

Firli disidang gara-gara bertemu dengan mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi. Saat itu, KPK sedang menyelidiki kasus dugaan korupsi terkait divestasi PT Newmont Nusa Tenggara (PT NTT), sekarang bernama PT Amman Mineral Nusa Tenggara. TGB ketika itu merupakan salah satu pihak yang ditelisik penyelidik KPK.

“Ketika itu, DPP sepakat bahwa ini (Irjen Firly) memenuhi kriteria pelanggaran etik berat,” kata Tsani Annafari di Gedung KPK, Jl. Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (28/8).
Namun, KPK belum sempat menjatuhkan sanksi etik kepada jenderal polisi bintang dua tersebut lantaran Firli ditarik Polri dan langsung diangkat menjadi Kapolda Sumatera Selatan.

“Dari awal, ini harus ada proses-proses yang harus diselesaikan. Cuma memang ada proses lain yang membuat itu tidak bisa tuntas,” tutur Tsani.

Firli saat ini termasuk dalam 20 calon pimpinan KPK periode 2019-2023 dan sudah melakoni uji publik, Selasa (27/8).

Sementara Wakil Ketua KPK Saut Situmorang juga mengamini, Firli melakukan pelanggaran etik berat. “Tadi sudah dijelaskan, hasil dari PI ada pelanggaran berat. Kata Pak Tsani yang dari DPP,” ucap dia.

Namun, karena sudah ditarik kembali ke Polri, maka Firli tak dijatuhi hukuman. “Sehingga, kode etik enggak relevan,” pungkas Saut. (okt/rmco rakyat merdeka)

Komentar

Berita Lainnya