oleh

KPK Diminta Sidik Korupsi Kartu Prakerja

SUMEKS.CO- KPK didorong untuk melanjutkan temuan-temuan di program Kartu Prakerja ke tingkat penyidikan. Hal tersebut diungkapkan inisiator Prakerja.org Andri W Kusuma. Dalam keterangannya, Andri mengatakan kajian yang dilakukan KPK itu bagian dari kegiatan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket).

KPK didorong untuk melanjutkan temuan-temuan di program Kartu Prakerja ke tingkat penyidikan.

Hal tersebut diungkapkan inisiator Prakerja.org Andri W Kusuma. Dalam keterangannya, Andri mengatakan kajian yang dilakukan KPK itu bagian dari kegiatan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket).

“Kajian ini sudah masuk ke pulbaket ranahnya penyelidikan karena KPK sendiri menyatakan sudah ada temuan-temuan dalam proyek kartu prakerja,” katanya dalam keterangannya, Jumat (26/6).

Diterangkan Andri, berdasarkan kajian KPK peristiwa pidana korupsi diduga kuat terjadi di program Kartu Prakerja. Salah satunya dugaan konflik kepentingan dalam pelaksanaan pelatihan

“Kami minta juga KPK lebih tegas untuk melanjutkan kembali kajian ini. Penyelidikan ini sebetulnya, ini penyelidikan halus menurut kami, untuk ke ranah penyidikan,” ucap dia.

Dikataknnya, ada beberapa temuan KPK terkait program kartu prakerja yang patut disorot. Misalnya pelaksanaan pelatihan yang justru dilakukan platform daring bukan lembaga pelatihan.

Kemudian penunjukan langsung delapan mitra Kartu Prakerja tanpa proses lelang hingga pelatihan yang sebagian besar sudah tersedia di media sosial lain secara gratis termasuk prakerja.org.

Baca Juga: Dugaan Penyimpangan Kartu Prakerja, Jalankan Rekomendasi KPK

“Mensrea sangat terang benderang karena KPK menyatakan dalam pelatihan ini ada konflik kepentingan,” ujarnya.(gw/fin)

“Kajian ini sudah masuk ke pulbaket ranahnya penyelidikan karena KPK sendiri menyatakan sudah ada temuan-temuan dalam proyek kartu prakerja,” katanya dalam keterangannya, Jumat (26/6).

Diterangkan Andri, berdasarkan kajian KPK peristiwa pidana korupsi diduga kuat terjadi di program Kartu Prakerja. Salah satunya dugaan konflik kepentingan dalam pelaksanaan pelatihan

“Kami minta juga KPK lebih tegas untuk melanjutkan kembali kajian ini. Penyelidikan ini sebetulnya, ini penyelidikan halus menurut kami, untuk ke ranah penyidikan,” ucap dia.

Dikataknnya, ada beberapa temuan KPK terkait program kartu prakerja yang patut disorot. Misalnya pelaksanaan pelatihan yang justru dilakukan platform daring bukan lembaga pelatihan.

Kemudian penunjukan langsung delapan mitra Kartu Prakerja tanpa proses lelang hingga pelatihan yang sebagian besar sudah tersedia di media sosial lain secara gratis termasuk prakerja.org.

“Mensrea sangat terang benderang karena KPK menyatakan dalam pelatihan ini ada konflik kepentingan,” ujarnya.(gw/fin)

Komentar

Berita Lainnya