oleh

KPK Perpanjang Masa Penahanan Dodi Reza

SUMEKS.CO, PALEMBANG – Tim penyidik KPK memperpanjang masa penahanan Bupati Musi Banyuasin (Muba) nonaktif Dodi Reza Alex yang ditetapkan sebagai salah satu tersangka dugaan penerima suap empat paket proyek pengadaan barang dan jasa Dinas PUPR Muba tahun 2021.

Perpanjangan masa penahanan, terhadap tersangka Dodi Reza Alex tersebut selama tiga puluh hari ke depan berdasarkan penetapan kedua dari Ketua Pengadilan Negeri Palembang.

“Yang bersangkutan diperpanjang masa penahanannya terhitung mulai tanggal 14 Januari 2022 hingga 12 Februari 2022, dalam rangka penyidikan melengkapi berkas perkara,” kata Juru Bicara KPK RI Ali Fikri, dalam rilis yang dibagikan Jumat (14/1).

Selain tersangka Dodi Reza Alex, masih dalam keterangan tertulis, dua tersangka lainnya yakni Kepala Dinas PUPR Musi Banyuasin Herman Mayori serta Kepala Bidang SDA/PPK (pejabat pembuat komitmen) Dinas PUPR Musi Banyuasin Eddi Umari yang saat ini masih ditahan di rutan KPK, juga mendapatkan perpanjangan masa penahanan yang sama.

Untuk diketahui, saat ini dalam perkara tersebut lembaga anti rasuah, pada beberapa waktu menetapkan empat orang tersangka dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), yakni Suhandy kontraktor PT Selaras Simpati Nusantara, Dodi Reza Alex Noerdin, Eddi Umari, serta Herman Mayori.

Tersangka Suhandy sendiri saat ini telah memasuki persidangan, dengan agenda pemerikasaan perkara menghadirkan sejumlah saksi-saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK RI.

Sementara, tiga tersangka lainnya tim penyidik KPK masih dalam proses pemanggilan saksi-saksi guna melengkapi berkas perkara dugaan korupsi bagi-bagi jatah fee empat paket proyek di Kabupaten Muba dengan pagu anggaran senilai hampir Rp20 miliar.

Empat paket proyek tersebut, yakni pekerjaan normalisasi Danau Ulak Lia, peningkatan jaringan irigasi Epil, peningkatan jaringan irigasi Muara Teladan.

Adapun, jumlah total pemberian atau fee dari empat paket proyek sebagaimana terungkap dalam dakwaan JPU KPK dari Suhandy yakni lebih kurang Rp4,4 miliar, dimana dari pemberian itu diduga mengalir kepada Bupati Muba Dodi Reza Alex senilai Rp2,6 miliar, Herman Mayori sebagai Kadis PUPR Muba sebesar Rp1,089 miliar, kemudian kepada Eddy Umari Kabid PUPR Muba Rp727 juta, serta untuk Tim PPTK dan ULP senilai lebih dari Rp600 juta. (fdl)

Komentar

Berita Lainnya