oleh

KPPMI Bangkitkan Pariwisata Indonesia

SUMEKS.CO – Wabah Covid 19 secara nyata membuat terpuruk bisnis pariwisata baik local maupun mancanegara. Komunitas PEngusaha Pariwisata Muslim Indonesia (KPPMI) membuat gebrakan untuk pertama kali melakukan Turk e Gunung Parang di Purwakarta. Karena awalan, maka tur hanya diikuti 15 orang yang juga owner travel yang tergabung di KPPMI.

Gunung Parang merupakan gunung Pertama di Indonesia yg dilengkapi dengan jalur via ferrata yg diresmikan di 2015 silam. Istimewanya, gunung ini memiliki tiga puncak yg berbeda, yaitu Tower 1, Tower II dan Tower III. Setiap tower beda operator, tur ini menggunakan operator skywater tower 1.

Gunung Parang merupakan pegunungan batuan andesit purba yang terjadi dari sebuah proses intrusi, di mana magma membeku sebelum muncul ke permukaan untuk menjadi gunung api.
Gunung batu berketinggian 963 mdpl ini dengan diapit dua bendungan, yakni Jatiluhur dan Bendungan Cirata. Ternyata, gunung yang terletak di Kecamatan Tegalwaru ini memiliki mitos yang sudah melegenda. Masyarakat mengenal gunung tersebut dengan nama Gunung Barang.

Ketinggian Gunung Parang Climbing Via Ferrata adalah 1. 150m / 750mdpl dan 300m / 900mdpl. Untuk tiba dilokasi menempuh perjalanan darat kurang dari 3 jam dari Jakarta. Dengan menerapkan protocol kesehatan peserta tur langsung foto-foto setelah itu menyiapkan peralatan pengamanan untuk naik ke atas tebing.

Sebelum cerita lebih lanjut dan seru saya info dulu tentang KPPMI ya gaes. Berdirinya KPPMI berawal dari Kepedulian Para Pengusaha Pariwisata Muslim yg dimotori oleh Pak Titan yang ingin lebih baik dan bermanfaat. Maka disepakati oleh 29 Pengusaha Pariwisata Muslim Membetuk Komunitas Pengusaha Pariwisata Muslim Indonesia disingkat KPPMI yang didirikan di Jakarta yang ingin membangun Komunitas Positif tanpa ada kepentingan pribadi maupun golongan sehingga bisa terjalin Sinergi sesama Para Pengusaha Pariwisata dimanapun berada di Seluruh Indonesia

Dengan VISI Terbentuknya komunitas pengusaha pariwisata muslim yang berkualitas baik secara ekonomi maupun agamanya, yang pada akhirnya menjadi kesatuan kuat dalam memperjuangkan kemaslahatan umat muslim dan memajukan perekonomian Indonesia pada umumnya. Saat ini Sudah ada 100 lebih anggotanya dan tersebar di 6 Wilayah Seluruh Indonesia.

Nah Gaes..kita lanjutkan lagi perjalanan ke Gunung Parang yaa…..jangan lupa bawa lotion anti nyamuk ya… Setelah menempuh jalan kaki sekitar 150 m, kami sampai di bawah kaki gunung. Setelah di briefing dan di praktekan langsung oleh guide setempat cara manjat tebing. Pesert laki laki manjat duluan, sempat terbersit rasa ngeri, lantaran tempat berpegang hanya besiberbentuk U yang ditancap. Namun guide menyakinkan bahwa semua aman.

Tiba di atas, terdapat sebuah tempat istirahat, bisa sambil minum the atau ngopi dan melihat pemandangan. Setelah puas, kami bersiap turun, ternyata untuk turun ada dua cara. Bisa dengan besi tancap tadi bisa juga menggunakan tali yang di ulur hingga ke bawah.

Setelah makan siang dan sholat kami lanjut lagi ke wisata alam Gunung Bongkok. Masuk Gunung Bongkok suhu tubuh kami di periksa..cuci tangan pake sabun..pake masker…tetap dengan protokol.kesehatan Covid 19…pengunjung masih sedikit…disana ada juga gunung dan kolam renang buatan tempat mandi masyarakat setempat.

Sebelum balik Jakarta, kami sempatkan makan sate Marangi…ternyata sudah rame.masyarakat yg makan disana sudah terlihat wisata indonesia akan mulai bangkit lagi…tetap dengan jaga kesehatan dan ikuti protokol.kesehatan covid19. Insyaa Allah. Semua aman dan kita semua dijauhi segala penyakit..Aamiin. (rose/nusa tour)

Komentar

Berita Lainnya