oleh

KPPU Bakal Pantau Tarif Baru Tiket Pesawat

Keputusan pemerintah menurunkan tarif batas atas (TBA) tiket pesawat disambut baik Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

KPPU kini meminta maskapai penerbangan segera menyesuaikan tarif dengan keputusan tersebut.

Komisioner KPPU Chandra Setiawan menuturkan, penyesuaian TBA seharusnya berdampak pada harga tiket pesawat.

“Maskapai bisa anytime (kapan saja, Red) mengubah tarifnya. Harusnya harga tiket itu turun,” katanya.

Chandra berharap, dengan penurunan tarif tersebut tiket pesawat lebih terjangkau masyarakat.

Apalagi, saat Ramadan sampai Lebaran nanti, kebutuhan atau permintaan tiket pesawat semakin besar.

Dirinya menegaskan, pihaknya terus memantau implementasi penerapan tarif tiket pesawat tersebut. KPPU berharap tetap ada persaingan harga tiket di antara maskapai penerbangan.

Artinya, KPPU tidak mengharapkan seluruh airlines atau maskapai penerbangan kompak menerapkan tarif tertentu.

Misalnya, sama-sama memasang tarif di batas atas semua. Atau, meski tidak sampai di tarif batas atas, ada kesepakatan menetapkan tarif di angka tertentu. Chandra menegaskan hal itu dilarang.

“Artinya, itu bisa dikatakan merupakan indikasi kartel. Itu dilarang undang-undang,” katanya.

Dia menegaskan kepada seluruh maskapai supaya tetap bersaing secara sehat dalam mematok tarif tiket pesawat. Misalnya, tidak menjual seluruh kursi atau seat dengan harga tertentu yang mendekati batas atas. Namun, ada jatah persentase tertentu yang dijual dengan harga lebih murah.

Chandra menuturkan, KPPU saat ini menyelidiki melonjaknya harga tiket pesawat di seluruh maskapai penerbangan nasional. Sampai saat ini investigasi masih berlangsung.

Menurut dia, penurunan harga tiket pesawat oleh maskapai penerbangan bukan hal mustahil. Apalagi, sudah ada penyesuaian dalam beberapa elemen terkait dengan penerbangan.

Mulai harga avtur sampai biaya yang terkait dengan layanan maskapai di bandara. “Mau tidak mau, cost (biaya, Red) bisa ditekan atau diefisienkan,” ungkapnya.

(wan/lyn/c5/oni/pojoksatu)

Komentar

Berita Lainnya