oleh

KPU Belum Pikirkan Soal e-voting

JAKARTA – Wacana soal Pemilihan Umum (pemilu) menerapkan sistem elektronik voting atau e-voting. Dirasa belum mendesak bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ketua KPU Arief Budiman merasa hal yang lebih mendesak ialah menyelesaikan tahapan pemilu yang saat ini dalam proses rekapitulasi.

Meski demikian pada saat evaluasi tidak menutup kemungkinan itu dibahas. “Nanti kami evaluasi, nanti. Kalau saya ngomong sekarang KPU sedang bekerja saja sudah repot mikirin evaluasi. Nanti kalau pemilunya sudah selesai baru kita evaluasi,” ungkapnya Jumat (26/4) di Gedung KPU, Jakarta Pusat.

Menurutnya evaluasi nanti baru akan dilakukan setelah  menyelesaikan seluruh tahapan Pemilu 2019. Makanya Arief mengatakan  saat ini masih fokus dalam bekerja. “Nanti saya ngomong evaluasi ada yg bilang masih kerja kok sudah ngomong evaluasi. Evaluasinya nanti kalau pemilunya sudah selesai,” ungkapnya.

Menurutnya untuk proses rekapitulasi berjenjang tidak ada kendala. Proses rekapitulasi ditarget sesuai jadwal tahapannya mulai dari TPS hingga rekapitukasi tingkat pusat. Masyarakat juga bisa ikut memantah melalui Sistrm Informasi Perhitungan (Situng) yang disedikam website KPU. “Tidak ada kendala ptosss rekapiyulasi berjenjang. Kita tidak menunggu 34 provinsi selesai semua baru kita rekap. Perkiraan kita paling cepat tanggal 30 Mei (pusat),” ujarnya.

Meski belum menedapkan e-voting, ia menjelaskan Situng ialah salah satu upaya KPU secara elektronik menghadirkan hasil perhitungan Pemilu meskipun berdasarkan C1 di TPS. Informasi yang disediakan KPU melalui Situng adalah informasi untuk mempercepat penyampaian hasil pelaksanaan pemungutan dan perhitungan suara kepada masyarakat.

“Dengan begini penyampaian informasi yang cepat. Lalu Situng bisa menjadi alat kontrol bagi banyak pihak. Bagian KPU jadi alat kontrol kalau ada petugas kita yang salah dan nakal. Kalau sekarang ada yang sekarang dituduh curang kita bisa mengontrol juga dari situ,” ujarnya.

Bagi peserta pemilu, juga bisa melihat langsumg perolehan suaranya melalui Situng. Bagi pihak keamanan informasi ini juga sangat penting untuk mengetahui perkembangan hasil perhitungan. Di mana, daerah dengan perolehan suara terbanuak sehingga menjadi dasar untuk mengambil tindakan pengamanan. “Bagi pelaku bisnis dia juga akan tahu, oh kalau dia menang visi misinya apa, kebijakannya apa, harus merespon bagaimana, kemudian bagi masyarakat juga begitu,” ujarnya.(ran)

Komentar

Berita Lainnya