oleh

KPUD Muratara Tidak Akan Membuat TPS di Dalam Lapas

MURATARA – Rapat Koordinasi Pemuktahiran data pemilih, KPUD Muratara deteksi adanya mata pilih di dalam lembaga pemasyarakatan (Lapas).

Hal ini dijelaskan secara langsung ketua komisioner KPUD Muratara, Agus Mardianto melalui komisioner bidang data Heriyanto, hari ini, Senin (13/7/2020).

“Kita tadi melakukan pembahasan dengan sejumlah pihak eksternal seperti Kalapas Surulangun, Kapolres Muratara, DPMPD dan tim gugus tugas. Tadi disampaikan ada beberapa point, yaitu deteksi mata pilih yang belum terdata, prioritas bagi warga di pedalaman dan warga yang belum punya syarat administrasi kependudukan,” jelas Heriyanto.

Dia menegaskan, pada pembahsan awal Kalapas Surulangun mengutarakan ada sekitar 103 penghuni Lapas, diantaranya 30 orang merupakan penduduk dari Muratara. Selanjutnya, KPUD Muratara akan melakukan koordinasi, sehingga bisa menjamin setiap hak pilih masyarakat Muratara bisa disalurkan.

“Kami sebagai penyelengara harus menjamin itu, kita akan pastikan kembali apakah 30 orang di Lapas ini masih di dalam sana hingga 9 Desember mendatang,” ungkapnya.

Heriyanto memastikan, seluruh penghuni lapas akan mendapatkan hak mereka. Karena tidak jauh dari lokasi Lapas didapati TPS terdekat. “Kita tidak akan membuka TPS baru di dalam Lapas, kita akan meminta petugas TPS terdekat masuk kesana mengambil suara mata pilih disana,” timpalnya.

Terkait, prioritas warga pedalaman, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan DPMPD. Agar seluruh mata pilih yang berada di pelosok daerah bisa terdata dan menyalurkan hak mereka.

Terkait masyarakat yang masih dalam proses pembuatan administrasi kependudukan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan dinas catatan Sipil, agar proses itu dipercepat.

“Jika masih ada yang belum selesai mata pilih itu bisa menggunakan suket,” timpalnya.

Sementara itu, Kepala dinas Catatan sipil Muratara, Aan andrian menururkan, pihaknya akan menyiapkan petugas sehingga bisa mempercepat proses administrasi yang dilakukan bagi warga yang mutasi atau proses lainnya.

“Kita akan mempersiapkan itu secepatnya dan siap membantu dan mempercepat proses itu,” tandasnya.

Sementara itu, Fhatahul Rahman perwakilan Dinkes Muatara dan tim Gugus Tugas Pemda Muratara mengungkapkan, pihaknya akan melakukuan koordinasi mengenai tahapan persiapan Pilkada yang harus menggunakan protokol kesehatan.

“Kalau dari gugus tugas harus koordinasi sesuai dengan arahan setiap pelaksanaan tahapan Pilkada, harus dilengkapi protokol kesehatan,” tutupnya.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya