oleh

Krisis Petani Bakal Melanda Indonesia

SUMEKS.CO – Kondisi pertanian Indonesia terus mengalami penurunan dalam bermacam komoditas. Kondisi tak lepas petani-petani di Indonesia umurnya sudah mendekati umur kurang produktif.

Tentu saja, keadaan ini sangat mengkhawatirkan. Jika kondisi demikian dibiarkan, maka diprediksi 10 tahun akan datang Indonesia akan mengalami krisis petani.

Seperti yang disampaikan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi, dalam keterangan virtual, Senin (13/4).

Untuk itu, sebagai antisipasi, pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) menetapkan Duta Petani Milenial (DPM) dan Duta Petani Andalan (DPA) yang berjumlah 67 orang dari berbagai provinsi di Indonesia.

Adapun DPM berusia antara 19-39 tahun yang menekuni bidang pertanian dari hulu ke hilir dan adaptif dengan perubahan teknologi dan informasi, dan DPA di atas 39 tahun yang memiliki kemampuan pioner di bidang agribisnis.

“Maka, sangat dibutuhkan anak muda yang memiliki loyalitas dan integritas untuk memajukan pertanian Indonesia sehingga ke depan menjadi negara agraris yang mandiri pangan,” kata dia.

Saat ini, lanjut dia, jumlah petani milenial yang umurnya 19-39 tahun terus menyusut setiap tahunnya. Kata dia, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah petani milenial yang umurnya 19-39 tahun pada tahun 2017 ke tahun 2018 ada penurunan kurang lebih 415 ribu petani milenial.

“Karenanya sangat penting DPM dan Andalan DPA di tengah pandemi Covid-19. Jadi petani milenial itu gak sampai 10 persen dari total petani kita yang berjumlah 33,4 juta petani dan sebagian lagi sudah masuk usia tua. Nah itu menadi problem kita,” ucap dia.

Sementara itu, Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Ari Satria mengatakan, penurunan minat anak muda menjadi petani lantaran kesejahteraan petani belum membaik. Ia menyebutkan, dari data BPS jumlah pekerja di sektor pertanian turun dari 33 persen menjadi 29 persen dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengungkapkan alasan orang malas menjadi petani, karena salah satunya masalah margin di sektor pertanian sehingga orang menjadi malas untuk menggarap di bisnis sektor ini.

“Anda suka atau tidak tertarik untuk datang, kalau tidak memberi margin orang kan akan tinggalkan. Itu dalam langkah yang cepat akan coba saya lakukan,” kata dia.(din/fin)

Komentar

Berita Lainnya