oleh

Kuasa Hukum Muzakir : Secara Administrasi, Prosedur Rekomendasi Memenuhi Syarat

SUMEKS.CO- MUARA ENIM – Mantan Bupati Muara Enim periode 2009-2018 Ir H Muzakir Sai Sohar ditetapkan tersangka,  kasus dugaan korupsi alih fungsi lahan produksi menjadi hutan tetap tahun 2014 dengan kerugian negara Rp5,8 miliar dan berstatus tahanan kota.

Selain Muzakir, tiga orang swasta juga ditetapkan tersangka.  Yakni mantan Direktur Utama PT Perkebunan Mitra Ogan, Anjapri, mantan Kabag Akuntansi PT Perkebunan Mitra Ogan, Yan Satyananda dan seorang konsultan Abunawar Basyeban. Mereka kini dilakukan penahanan oleh Kejaksaan Tinggi Sumsel.

Kuasa Hukum Ir H Muzakir Sai Sohar, Firmansyah SH MH menjelaskan, sebenarnya alih fungsi ini tidak fiktif tapi yang bisa direkom klien kami waktu menjabat Bupati Muara Enim cuma 4.332 ha dari 8000 ha yang dimohonkan oleh PT Perkebunan Mitra Ogan.

Untuk itu, kata dia, secara administrasi, prosedur rekomendasi memenuhi syarat dan telah dikeluarkan sebagai persyaratan PT Perkebunan Mitra Ogan mengajukan permohonan ke Kemenhut. “Tapi apakah penetapan hutan pengganti tadi disetujui atau tidak oleh Kemenhut, itu yang kita belum tau, besar kemungkinan belum disetujui Kemenhut,” jelas Firmansyah didampingi Kuasa Hukum Kris Handoyo SH MH dan beberapa Advokat PKPPI Palembang, Rabu (18/11).

Firmansyah menerangkan, PT Perkebunan Mitra Ogan mengajukan permohonan rekemondasi pelepasan areal pengganti kepada Bupati Muara Enim terhadap areal hutan produksi konservasi seluas 8000 ha.

Menindak lanjuti permohonan PT Perkebunan Mitra Ogan tersebut, lanjutnya, dikeluarkan surat ditujukan Kementerian Kehutanan RI, bahwa berdasarkan indentifikasi dan peninjauan lapangan areal yang dimohon sebagai areal pengganti PT Perkebunan Mitra Ogan di Kabupaten Muara Enim seluas 8000 ha dapat direkomendasikan seluas 4.332 ha berada di hutan produksi yang dapat di konversi (HPK) Gelumbang seluas 2.905 ha berada diareal penundaan pemberiaan izin baru.

Kondisi eksisting penutupan vegestasi dan penggunaan lahan areal yang direkomendasikan senagai areal pengganti PT Perkebunan Mitra Ogan berupa rawa, semak belukar dan sebagian kebun masyarakat dengan topografi datar.

Lanjutnya, mengingat areal pengganti PT Perkebunan Mitra Ogan diharapkan mempunyai fungsi sebagai hutan produksi tetap (HP). Menurut pendapat kami (Pemkab) dapat dipertimbangkan diberikannya rekomendasi bupati untuk perubahan fungsi kawasan hutan terhadap areal yang dimohon PT Perkebunan Mitra Ogan seluas 4.332 ha diwilayah Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan apabila telah sesuai dengan peraturan dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Jadi rekomendasi tersebut disetujui atau tidak ada di Kemenhut dan ini tidak fiktif. Ssebab secara administrasi, prosedur rekomendasi memenuhi syarat,” terangnya.

Keterkaitan Ir H Muzakir Sai Sohar, kata dia, dianggap diduga menerima suap untuk kelancaran administrasi. Status beliau sampai hari ini tahanan kota karenan dari hasil rapid test beliau reaktif. Dan menurut keterangan klien kami beliau tidak pernah menerima uang sepeser pun dari PT Perkebunan Mitra Ogan terkait rekomendasi tersebut. “Kita berharap secepatnya kasus tersebut dilimpahkan di pengadilan sehingga kita dapat membuktikannya dalam persidangan,” jelasnya.

Tepisah, Plt Bupati Muara Enim H Juarsah SH ketika diminta tanggapannya terkait mantan Bupati Muara Enim ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan enggan berkomentar. “No comment,”tegasnya.(ozi)

Komentar

Berita Lainnya