oleh

Kuasa Hukum Sebut Kliennya Dijebak

-Hukum-425 views

KAYUAGUNG – Kasus yang menjerat terdakwa M Masagus Ahadi (23), mahasiswa perguruan tinggi swasta di Palembang ditangkap Satres Narkoba Polres Ogan Ilir pada 17 Januari lalu karena memiliki 19 butir ekstasi, diduga direkayasa.

Abdul Rahman, kuasa hukum terdakwa mengatakan, sidang hari ini yang digelar di Pengadilan Negeri ( PN) Kayaugung mengungkap peranan terdakwanya apakah benar yang memiliki ekstasi dari keterangannya tidak optimal.

“Ada jedah jaket jatuh dipindahkan. Dita membeli minuman karena ada dua waktu, Dita memfitnah terdakwa,” kata Abdul Rahman, Kamis (23/5).

Karena ada chatting antara polisi yang menggeladah mobil terdakwa saat penangkapan di salah satu SPBU Indralaya yang dilakukan salah satunya polisi Briptu Jodi Armando yang diduga merupakan pacar Dita.

Karena ada bukti chatting sebelumnya antara Dita dan Bribtu Jodi Armando sebelum penangkapan terjadi. Ini ada indikasi rekayasa konspirasi karena ada oknum polisi. Saat ini pihaknya meminta Dita ditangkap dan terdakwa dibebaskan.

Kakak terdakwa, Tria Novita mengaku sudah melaporkan Briptu Jodi Armando dan Bripda Yupi yang melakukan penangkapan terhadap adiknya ditangkap dengan laporan B/1976N/YAN.3.5/2019 Bidpropam.

Sebelumnya warga Perumahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang-Alang Lebar Kota Palembang ini ditangkap di kawasan SPBU Romi Herton Km 33, Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir.

Kasubag Humas Polres OI AKP Zainalsyah mengatakan penangkapan M Masagus berlangsung Kamis malam (17/1) sekitar pukul 22.00 WIB.

Petugas saat itu tengah mencurigai tersangka salah satu pelaku narkoba. Lalu ketika dilakukan penggeledahan di jaketnya, petugas menemukan barang bukti sebanyak 19 butir ekstasi. (uni)

Komentar

Berita Lainnya