oleh

Kuasai Lahan, Warga Nyaris Serang Polisi dengan Pisau dan Parang Panjang

SUMEKS.CO – Proses pengawalan dan pengamanan pengukuran, pematokan hingga pemasangan pagar beton pembatas lahan seluas 30 hektar milik PT Timur Jaya Group yang berada di Jl Maju Bersama III, Kelurahan Alang-Alang Lebar (AAL), Kecamatan AAL Palembang, Rabu (12/2/2020) pagi nyaris terjadi bentrok antara warga dan petugas kepolisian.

Ratusan warga juga nyaris menyerang aparat gabungan Polrestabes Palembang dengan menggunakan senjata tajam jenis pisau dan parang panjang yang dipimpin langsung oleh Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setyadji SIk itu.

Dari pantuana SUMEKS.CO, lahan tersebut dijaga ketat pihak kepolisian Polrestabae Palembang bersenjata lengkap, serta dibantu personil TNI dan Sat Pol PP Palembang.

Beberapa perwakilan warga yang mengaku sebagian lahan miliknya sempat beradu argumen dengan Kapolrestabes Palembang. Warga yang tidak memliki kepentingan diminta untuk mundur. Sementara alat berat eksavator dan buldoser langsung meratakan hampir setengah lahan dan batang-batang dirobohkan.

Saat pengamanan berlangsung, Tim Hunter Polrestabes Palembang langsung meringkus Supratman Suryadi alias Rahman alias Parman Jenggot, saat mencoba menyerang petugas dengan pisau.

Setelah diamankan ke Mapolsekta Sukarami, akhirnya Praman digelandang ke Polrestabes Palembang untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga mengamankan barang bukti lain yakni 8 bilah parang panjang yang disembunyikan warga di rumput dan pondok.

Ditemui di lokasi, Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setyadji SIk mengatakan, pihaknya memerjunkan sekitar 700 lebih personil dalam pengamanan pengukuran lahan.

“Kita lebih mengedepankan upaya dialog dan persuasif, dengan menghindari potensi kericuhan. Tetapi kita tegas dalam menindak mereka yang menjadi provokator serta mengamankan sajam parang dan golok dari lokasi,” tegas Anom.

Sariansyah Ismail, Camat AAL kembali menegaskan klaim warga atas lahan tersebut tidak berdasar. “Untuk warga tidak ada bukti yang sah atas kepemilikan lahan. Sementara mereka baru 5 bulan belakangan ini melakukan aktivitas dan kesannya mau menguasai lahan,” bebernya.

Sementara itu, M Reza Ersyad SH MH selaku kuasa hukum PT Timur Jaya Group, menjelaskan pihak pihak BPN melakukan klarifikasi terkait hasil ukur ulang yang telah terlaksana Selasa (28/1/2020) lalu pada lahan tanah milik Timur Jaya Group yang berlokasi di Kelurahan dan Kecamatan AAL.

“Yang mana berdasarkan hasil dan berita acara yang dikeluarkan pihak BPN, memastikan bahwa lahan tanah seluas 30 hektar yang selama 4 bulan terakhir ini diduduki oleh warga, adalah sah milik Timur Jaya Group,” terang Reza.

Dan hari ini juga dilakukan pengamanan dan pengawalan ketat oleh aparat dan personil gabungan. “Hal tersebut juga untuk dilanjutkannya kembali pengerjaan perataan tanah atau land clearing dan pagar panel beton yang selama ini dirobohkan dan dirusak oleh warga yang menjarah di lahan Timur Jaya Group,” katanya.

Ditambahkannya, Kapolrestabes Palembang di awal juga sudah menyampaikan akan melakukan tindakan tegas terhadap para warga yang melawan hukum dan mencoba melawan aparat.

“Sehingga dalam pengawalan dan pengamanan ini menciptakan kondisi aman serta penegakan dan penindakan hukum yang tegas. “Bapak Kkapolrestabes Palembang sudah memberikan kepastian perlindungan hukum, sehingga terciptanya fungsi rule of law yang terdapat rasa jaminan keadilan (justice) penerapan hukum yang sebenar benarnya,” tutupnya.(dho)

Komentar

Berita Lainnya