oleh

Kunjungan DPRD ke Perusahaan Batal, Gara-gara Kewajiban Rapid Test

SUMEKS.CO, LAHAT – Rencana kunjungan anggota DPRD Dapil II Lahat, ke PT Priamanaya Energi (PT PE), Selasa (9/2) batal. Lantaran rombongan anggota wakil rakyat Dapil II Merapi tersebut meninggalkan lokasi karena terlibat adu mulut dengan pihak perusahaan.

Informasi yang dihimpun, berawal saat anggota DPRD Dapil II Lahat, masuk ke areal kawasan perusahaan. Imanullah anggota DPRD dari Partai Gerinda yang datang lebih awal, diminta kartu identitas atau KTP. Tak hanya itu, kemudian diminta agar melakukan rapid tes antigen. Hal yang sama terjadi pada Iduar Alamsyah, Yunani, Andi Sucitera dan Widia Ningsih. Mereka diminta ikut rapid test.

“Kami bukan tidak mau di-rapid. Tapi hari ini (9/2) kami banyak perusahaan yang harus dikunjungi, sehingga kalau semua rombongan akan dites bisa memakan waktu, sementara kunjungan kami hari ini sudah terjadwal dan perusahaan sudah menunggu. Kami juga melihat kendaraan dan karyawan perusahaan lalu lalang keluar masuk perusahaan tak ada yang diperiksa dan dirapid test,” ungkap Imanullah, Rabu (10/2).

Dilanjutkan DPRD dari Partai Gerindra itu, dua hari sebelum berkunjung, staf dewan sudah berkoordinasi dengan pihak perusahaan, termasuk jadwal dan waktu pelaksanaan kunjungan. Dewan juga, siap mematuhi protokol kesehatan. Dikatakannya, dewan yang datang sudah melaksanakan rapid tes bahkan PCR. Hal itu, sebenarnya sudah cukup bagi pihak perusahaan untuk menerima anggota dewan yang datang.

“Ini kesannya kehadiran kita dipersulit. Tiap pos kita ditanya mobil diperiksa. Terus untuk apa ada koordinasi awal sebelum dewan datang. Kami datang ke perusahaan ini membawa lembaga dan mewakili masyarakat. Terlebih, akhir- akhir ini banyak persoalan yang muncul akibat perusahaan. Kita ingat ibu-ibu hadang jalan sehingga seluruh kendaraan tak bisa melintas. Kejadian tersebut hingga viral dan menasional,” tegasnya.

Untuk itu, tambahnya jangan ada kesan mempersulit. Atas kejadian tersebut, Imanullah dan rekan rekan batal bertemu dengan pihak perusahaan.

Sementara, Manager Perencanaan dan Administrasi PT PE, Lingga Arif Wijaya, membantah jika menolak atau mempersulit anggota DPRD Lahat, yang datang. Menurutnya, rapid test tersebut, merupakan ketentuan perusahaan dan setiap tamu wajib dilakukan rapid test. Bahkan, semua karyawan PT PE sudah dilakukan rapid tes. Hal itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona.

“Ya, memang sebelumnya sudah ada komunikasi terkait kehadiran anggota Dewan Dapil II. Namun ini merupakan ketentuan perusahaan, makanya semua dewan dan rombongan yang datang harus di-rapid test. Semua karyawan kami saat ini tidak bisa keluar areal perusahaan karena sedang diterapkan lock down,” tukasnya. (gti)

Komentar

Berita Lainnya