oleh

Kunjungi Mesir, HD Kangen Warga Sumsel di Perantauan

-Dunia-90 views

PALEMBANG – Jika tak ada aral melintang, Gubernur Sumsel H Herman Deru, akan menghadiri undangan silaturahmi dari Keluarga Masyarakat Sumatera Selatan (KEMSS) Mesir pada April 2020 mendatang. Selain mengecek aset Pemprov Sumsel, agenda kunjungan ke Mesir itu juga akan dimanfaatkannya sebagai sarana merajut silaturahmi dengan warga Sumsel dari berbagai belahan dunia.

Keinginan tersebut diungkapkan HD saat dirinya menerima audiensi rombongan Keluarga Masyarakat Sumatera Selatan (KEMSS) Mesir, di Ruang Tamu Gubernur, Selasa (29/10).

“Saya ini bukan orang pesantren, bukan pula santri. Tapi memang suka sekali dengan kegiatan-kegiatan berbau keagamaan. Makanya waktu pertama kali surat undangan ini datang saya langsung katakan pada Protokol kalau saya sangat berminat datang,” ujar HD membuka pertemuan.

Menurut HD, beberapa program yang berkaitan erat dengan keagamaan juga termasuk dalam prioritas kepemimpinannya. Sebut saja misalnya Safari Jumat dan pendirian rumah-rumah tahfidz hingga pengaktifan kembali Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N) di Sumsel atau yang saat ini berganti nama menjadi Petugas Penghubung Urusan Keagamaan Desa (P2UKD) dan Petugas Penghubung Urusan Keagamaan Kelurahan (P2UKK).

Lebih jauh dikatakannya, dirinya memang sangat menantikan undangan dari organisasi masyarakat Sumsel dimanapun berada agar dapat dirajut menjadi kekuatan dan kekompakan membangun Sumsel di masa mendatang.

“Bukan hanya karena mau ke Mesir melihat piramida saja, tapi saya ingin merajut silaturahmi dengan orang Sumsel di perantauan. Sebelumnya sudah juga di Lampung, Surabaya bahkan Medan. Tapi ada baiknya sebelum berangkat ada diskusi dulu biar kunjungan yang dilakukan benar-benar bermanfaat,” jelasnya.

Sementara itu terkait aset Pemprov di Kairo, HD menuturkan sebenarnya dirinya ingin aset serupa juga dibangun di Jeddah. Ia beralasan rumah singgah di Jeddah sangat dibutuhkan, karena banyak sekali masyarakat Sumsel yang sudah berdomisili atau bekerja menjadi TKI, umrah dan beribadah haji sehingga perlu dimonitor.

“Di Sumsel ini setahun bisa 28.000 warga Sumsel yang umroh, belum yang jadi TKI atau yang berdomisili. Ini bisa kita jadikan pusat monitoring,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua Keluarga Masyarakat Sumatera Selatan (KEMSS) Mesir, Uchu Aulia Salim mengatakan, ini merupakan agenda tahunan KEMASS. Ajang itu menurutnya akan dijadikan moment untuk memperkenalkan Budaya Sumsel di Mesir.

“Kegiatannya akan digelar di Rumah Limas di Mesir. Selain itu kami juga ingin mempertemukan Pak Gubernur dengan importir kopi dari Mesir untuk melanjutkan kerjasama. Sekaligus juga studi banding ke Luxor untuk melihat wisata Sungai Nil,” jelasnya.(ril/ety)

Komentar

Berita Lainnya