oleh

Kunjungi Perpustakaan, Pelajar Dibekali Keterampilan Origami

RUPIT – Puluhan pelajar MTs Al-Khoriah, Desa Batu Gajah Lama, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara, menyambangi rumah baca di Kantor Perpustakaan Daerah, Selasa (5/11). Selain mendapatkan informasi baru seputar pengembangan potensi, mereka juga diberikan pelatihan keterampilan origami dari produk-produk bekas.

Dini, salah satu pelajar  mengaku, sangat berkesan setelah mengunjungi rumah baca di kantor Perpustakaan Daerah Kabupaten Muratara. Selain bisa mendapatkan informasi, mereka juga diajarkan ketrampilan origami secara langsung ‎oleh pihak pengelola.

“Tadi sempat baca-baca buku di sana, dan kami banyak mendapat informasi baru. Selain itu ada juga mentor yang mengajarkan origami, supaya kami pelajar bisa memanfaatkan produk daur ulang di sekitar lingkungan,” kata Dini.

Dia mengungkapkan, setelah mendapat pelatihan singkat, wawasan pelajar menjadi lebih terbuka terhadap potensi diri dan lingkungan di sekitar mereka. Selama ini, potensi yang ada kerap diabaikan oleh masyarakat karena diperlukan ide kreatif untuk menghasilkan produk yang bernilai.‎

“Tadi banyak sekali kreasi dari kertas bekas, tutup botol, plastik bekas yang bisa di olah menjadi produk-produk menarik. Ini sangat menarik bagi kami, karena banyak warga yang tidak tahu itu bisa di olah menjadi barang bagus,” timpalnya.

Wati, mentor kreasi origami dari kantor Perpustakaan Daerah Muratara mengatakan, kreasi origami yang diajarkan ke sejumlah pelajar itu. Diharapkan dapat memicu kesadaran akan lingkungan sekitar. Menurutnya, banyak produk sisa yang bisa dimanfaatkan.

“Bisa kertas semen, koran, plastik bekas sampai tutup botol plastik bisa di jadikan kreasi kalau kita kreatif. Ini perlu diinformasikan ke anak-anak supaya mereka memiliki ide untuk menggarap potensi mereka,” bebernya.

Selain membaca dari buku, anak-anak juga mesti dilatih kreatifitasnya sehingga mampu menciptakan produk produk yang inovatif. ” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Perpustakaan dan Pengarsipan Daerah Muratara, Hj Herawati mengungkapkan, pihaknya sangat mendukung gerakan peduli membaca di terapkan di seluruh sekolah Muratara. Mereka sudah menyediakan tempat khusus seperti ruang baca bagi pelajar jika mengunjungi kantor mereka.

“Membaca itu sangat penting, selain bisa mendapatkan ilmu pengetahuan buku merupakan jendela dunia. Untuk memancing animo masyarakat, kami snegaja sediakan ruang baca di kantor nanti pelajar atau warga bisa berkunjung ke sini,” bebernya.

Ke depan pihaknya akan melengkapi beragam fasilitas baca, seperti penggunaan sistem komputerisasi sampai ke koleksi buku yang ada. “Kita juga sedikan perpustakaan keliling, yang bisa menjangkau masyarakat sampai ke pelosok daerah,” tutupnya. (cj13)

Komentar

Berita Lainnya