oleh

Kunjungi Sub Penyalur di Ogan Ilir, BPH Migas Minta Pertamina dan Pemda Awasi Pendistribusian BBM Bersubsidi

SUMEKS.CO – Dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan sektor minyak dan gas, Kepala BPH Migas, M Fanshurullah Asa dan Tim BPH Migas didampingi SBM III Sumbagsel PT Pertamina (Persero), M Revi Renaldhi, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Ogan Ilir, Senin (21/9).

Salah satu agenda kunjungan kerja di Ogan Ilir yakni kunjungan lapangan ke dua sub penyalur di Serikembang I dan Desa Meranjat I serta satu SPBU Mini di Kelurahan Tanjung Batu.

Pada kunjungan tersebut, membahas tentang ketersediaan dan pendistribusian jenis BBM tertentu (solar subsidi) dan jenis BBM khusus penugasan (Premium), implementasi pembangunan sub penyalur, penyalur mini dan implementasi jaringan gas bumi untuk rumah tangga dan pelanggan kecil.

Menurut Fanshurullah, saat ini hanya Ogan Ilir yang sudah mempunyai sub penyalur di wilayah Sumbagsel. BPH Migas meminta PT Pertamina dan pemerintah daerah agar bersama-sama mengawasi pendistribusian BBM khususnya JBT minyak solar agar tepat sasaran.

“Sub penyalur adalah salah satu solusi bagi wilayah yang jauh dari penyalur (SPBU). Saya datang kesini untuk melakukan pengecekan langsung agar sub penyalur beroperasi sesuai aturan yang berlaku, bila tidak sesuai bisa kita sanksi,” tegas pria yang akrab disapa Ifan ini.

Ifan juga berharap pemerintah daerah bekerja sama dengan investor atau organisasi masayarakat untuk membangun sub penyalur lain agar dapat mendorong perekonomian masyarakat.

Pada pertemuan tersebut, BPH Migas juga menyerahkan SK Ka BPH Migas tentang Kuota Jenis BBM Tertentu (JBT) atau solar subisidi dan Jenis BBM Khusus Penugasan (Premium) Tahun 2020 untuk Kabupaten Ogan Ilir kepada Sekda Ogan Ilir, M Badrun Priyanto.

Kuota JBT yang ditetapkan oleh BPH Migas tahun 2020 sebanyak 21.671 KL, turun 4.412 KL (16,9%) dari kuota tahun 2019 sebesar 26.083 KL, karena realisasi tahun 2019 hanya 87,51% dari kuota. Sedangkan kuota JBKP tahun 2020 20.243 KL, naik 3.313 KL (19.57 %) dengan kuota tahun 2019 sebesar 16.930 KL karena realisasi tahun 2019 mengalami overkuota (realisasi 105%).(ety)

Komentar

Berita Lainnya