oleh

Kunker ke Palembang, Firli Ingatkan Kepala Daerah

SUMEKS.CO, PALEMBANG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara khusus mengingatkan bahaya korupsi akan menghambat pembangunan daerah dan akhirnya berimbas pada pembangunan nasional. Petuah Antirasuah itu, disampaikan kepada Gubernur Sumsel H Herman Deru didampingi para bupati dan wali kota se-Sumsel di Graha Bina Praja, Palembang, Kamis (15/5).

Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan, berdasarkan data empiris yang mereka miliki, korupsi yang menjerat kepala daerah sering terjadi terkait dalam hal pemberian izin usaha. Dari usaha industri berskala besar seperti pertambangan, perkebunan sampai tata aturan tentang investor.

“Kami minta sertiap kepala daerah untuk tidak mempersulit perizinan tidak atau mempersulit izin usaha karena para investor tidak ingin masuk ke negara kita. Bila mana urusannya rumit. Nah disinilah rawan sekali mereka (kepala daerah) terjerat urusan hukum oleh KPK,” kata Firli kepada SUMEKS.CO.

Dia menjabarkan, iklim investasi salah satu dari tiga pilar meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Setelah itu, belanja negara melalui APBN dan APBD, belanja karena konsumsi masyarakat meningkat.

“Dengan investasi maka akan membuka lapangan pekerjaan. Banyak orang bekerja banyak orang berusaha. Sehingga mereka mendapatkan penghasilan dengan begitu secara otomatis daya beli mereka meningkat,” imbuhnya menjelaskan instruksi tidak ada pemerintah daerah yang mempersulit perizinan perusahaan. KPK menyadari pemberhentian korupsi membutuhkan bantuan dari seluruh masyarakat. Dan di daerah, garda terdepannya adalah gubernur, bupati, dan wali kota.

Sementara itu Gubernur Sumsel  H Herman Deru memastikan pemprov senantiasa memfasilitasi seluruh bupati walikota untuk menjalankan instruksi dari KPK tersebut. Menjalankan good goverment dan clean goverment.

Di samping itu, Deru menyampaikan, kalau Sumsel membuka diri sebesar-besarnya untuk para investor berikut juga tata aturan yang mengatur disesuaikan.

“Karena menjadi keuntungan bagi daerah kalau investasi itu masuk sebanyaknya. Kita mendapatkan pencerahan tentang kewajiban sebagai pemimpin daerah dalam kunjungan ini,” pungkasnya. (bim)

Komentar

Berita Lainnya