oleh

Kuota Beasiswa Mahasiswa Miskin Kemenag Naik

SUMEKS.CO – Pemerintah mengganti beasiswa bidikmisi dengan kartu Indonesia pintar (KIP) kuliah. Kuota penerima beasiswa KIP kuliah untuk kampus di bawah Kementerian Agama (Kemenag) meningkat tajam jika dibandingkan dengan ketika masih bernama bidikmisi.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Ditjen Pendidikan Islam Kemenag Arskal Salim menuturkan, tahun lalu kuota bidikmisi di Kemenag sekitar 10 ribu kursi. Namun, tahun ini mereka mendapatkan kuota beasiswa KIP kuliah sebanyak 17.565 kursi. Kuota itu belum termasuk untuk perguruan tinggi agama selain Islam di bawah Kemenag. ’’Sebanyak 3.000 di antaranya untuk perguruan tinggi keagamaan Islam swasta (PTKIS, Red),’’ kata Arskal kemarin (5/5). Dia menjelaskan, kuota tersebut terpisah dengan alokasi beasiswa KIP kuliah yang dikelola Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Arskal menuturkan, adanya peningkatan kuota beasiswa itu diharapkan bisa memperluas akses pendidikan tinggi. Selain itu, makin banyak warga miskin yang menjadi sarjana dan dapat mengubah kualitas hidup keluarganya.

Di dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) 361/2020 tentang Program KIP Kuliah, diatur besaran nilai manfaat yang diterima mahasiswa. Mahasiswa menerima beasiswa Rp 6,6 juta/semester. Beasiswa itu terbagi untuk biaya hidup Rp 700 ribu/bulan atau Rp 4,2 juta/semester dan biaya pendidikan Rp 2,4 juta/semester. Jika ada kekurangan biaya pendidikan, yang menanggung adalah perguruan tinggi penyelenggara (PTP).

Sasaran program tersebut adalah mahasiswa miskin dengan dibuktikan kepemilikan kartu Indonesia pintar (KIP), kartu keluarga sejahtera (KKS), atau kartu Jakarta pintar (KJP). Yang tidak memiliki kartu itu harus membuktikan tidak mampu. Di antaranya, pendapatan kotor gabungan orang tua maksimal Rp 4 juta/bulan. Atau, pendapatan kotor gabungan dibagi seluruh anggota keluarga maksimal Rp 750 ribu/bulan.(jp/jawapos/jpg/kmng)

Komentar

Berita Lainnya