oleh

Kurangi Sampah Plastik

JAKARTA – Sosialisasi tagar #bebasplastik terus digencarkan, mengingat sampahnya yang sulit terurai jika dibuang sembarangan. Menguranginya bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalui gerakan peduli sekitar kita (GPSK) yang dilakukan Majelis Nichiren Shoshu Buddha Dharma Indonesia (MNSBDI) bersama Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) bekerjasama dengan Ditjen Bimas Budha Kementerian Agama di sekitaran kegiatan car free day Jakarta, Minggu (6/10) lalu.

Dalam kegiatan yang berlangsung pagi, dikerahkan 1.500 umat untuk karya bhakti #bebasplastik. Pelepasan peserta ditandai dengan pengenaan rompi kepada perwakilan peserta yang sekaligus sebagai sosialisasi pengurangan penggunaan sampah plastik. “Gerakan yang dilakukan ini serentak dilaksanakan secara nasional, hampir di seluruh provinsi GPSK digelar dalam rangka membersihkan lingkungan, khususnya plastik di sekitar,” ujar Caliadi, Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama.

Ia berharap, kegiatan yang dilakukan ini sebagai langkah awal yang penting dan strategis dilakukan dalam mengurangi sampah plastik. “Semoga bisa berkesinambungan,” tambahnya. Pembina GPSK yang juga Ketua Umum MNSBDI Pandita Utama Aiko Senosoenoto mengungkapkan, acara ini merupakan pengamalan ajaran Buddha mengenai tidak terpisahkannya manusia dan lingkungan.

“Gerakan ini merupakan bagian dari pelaksanaan ajaran Buddha untuk menjaga lingkungan kita, pada akhirnya adalah menjaga manusia. Semoga hal ini tidak sekedar seremonial tapi jadi bagian dari kebiasaan hidup kita sehari-hari, di mana saja kapan saja,” ujarnya. Arief Harsono, Ketua Umum Permabudhi menambahkan, kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab manusia. “Tanggung jawab kita semua untuk menjaga lingkungan ini demi generasi hari ini dan akan datang,” katanya. Kegiatan ini juga bagian dari program Wahana Negara Raharja 2019 yang merupakan paket acara memperingati hari jadi MNSBDI ke-55.(adv/rei)

Komentar

Berita Lainnya