oleh

Kurangnya Sarana Pejagaan di Lokasi Lapas, Rawan Tahanan Kabur

LAHAT – Pihak Lapas Kelas IIA Lahat dibantu pihak Polres Lahat terus melakukan pengejaran terhadap kelima tahanan yang kabur. Bahkan sebelumnya sempat melakukan penggrebakan di salah rumah tahanan namun ternyata telah kabur.

Informasi yang dihimpun, kelima tahanan ini ternyata sempat terlihat di kawasan Talang Jawa Selatan tepatnya di dekat pasar Kaget, pada Selasa dini hari (2/9) usai kabur dari Lapas. Kelima tahanan ini sempat terlihat berjalan bersama- sama. Begitupun saat kelima tahanan berjalan ke arah Kikim juga sempat terlihat.

“Dak tahu kalau lima orang itu tahanan kabur. Sempat terlihat sekitar pukul 02.00 WIB hari Selasa di dekat pasar Kaget. Mereka berjalan beriringan tergesa- gesa. Baru tahu mereka tahanan kabur setelah lihat di berita pagi harinya,” ujar Rama warga Talang Jawa Selatan.

Sementara Kapolres Lahat AKBP ahamd Gusti Hartono melalui Kasat Reskrim AKP Kurniawi S.Ik menjelaskan bahwa pihak ikut membantu pencarian kelima tahanan. Pihaknya juga menghimbau agar keluarga para tahanan yang kabur dan masyaakat dapat memberikan informasi kepada pihak kepolisian. “Sedang kita kejar dan membantu pihak Lapas agar kelima tahanan yang kabur bisa segera tertangkap,” ungkapnya, Rabu (2/9)

Sementara dari backgroud para tahanan ternyata empat dari lima tersangka merupakan kasus penyalahgunaan narkoba jenis ganja. Yakni Mapi, Sargani, Apandi, dan Yadi kasus ganja serta sabu. Sementara Kevin terlibat kasus sabu.

“Dua residivis kasus tersebut, Kevin dan Yadi. Dari lima tahanan itu, Apandi, Mapi dan Sargani kasus Ganja 1/2 kg dan satu rangkaian ditangkap April lalu. Sementara Yadi dan Kevin masing- masing beda kasus ditangkap bulan Mei lalu,” ungkap Kasat Narkoba Polres Lahat AKP Zulfikar. (2/9). Yadi, lanjut AKP Zulfikar kasus penyalahgubaan narkoba dengan barang bukti sabu satu paket dan ganja satu linting. Kemudian Kevin kasus sabu dengan barang bukti 13 paket kecil.

Kalapas Kelas IIA Lahat Maliki SH menambahkan bahwa pihaknya masih terus melakukan pencairan terhadan kelima tahanan kabur. Pihaknya telah membentuk tim dan mendatangi rumah  para tahanan yang kabur. Terkait pemeriksaan para petugas Lapas telah dilakukan. Menurutnya petugas Lapas telah memantau para tahanan, namun memang lokasi tempat yang dijebol di ruang isolasi covid19 Lahat tak terlihat.

Selain itu, lokasi Lapas kelas IIA Lahat memang tidak layak lagi berada ditengah keramaian. Bahkan hampir tiap tahun, terjadi tahanan kabur. “Bangunan Lapas juga sudah keropos, sarana menara tidak ada dan dekat pasar. Jadi memang sangat rawan. Petugas sudah melakukan pemantauan tapi memang kondisi lapas dan overkapasitas yang jadi masalahnya,” tegas Maliki.

Diwartakan sebelumnya, Lima tahanan titipan pengadilan yang menghuni Lapas Kelas IIA Lahat, berhasil kabur, Selasa dini hari (1/9). Akibatnya, kelima tahanan kasus narkoba tersebut batal disidang di Pengadilan Negeri Lahat.

Informasi yang dihimpun, kelima warga binaan tersebut yakni Yadi Agustian (24) warga JL Sentosa Gg Bakti Kelurahan Talang Jawa Lahat, Apandi (32) warga Desa Baturaja Lama, Kecamatan Tebing Tinggi Empat Lawang, Mapi (30) warga Desa Baturaja Baru, Kecamatan Tebing Tinggi, Empat Lawang , Kevin Regata (36) warga Komplek PU RT8/3 Kelurahan Pasar Lama Lahat. Lalu Sargani (35) warga Desa Sugiwaras, Kecamatan Tebing Tinggi Empat Lawang.

Kalapas Kelas IIA Lahat, Maliki SH menjelaskan bahwa diperkirakan kelima warga binaan itu kabur sekitar pukul 01.00 WIB, Selasa (1/9). Caranya dengan menjebol ruang isolasi covid19 di lantai II. Lalu melompati tembok belakag yang berbatasan dengan pasar PTM Lahat. Alat yang mereka gunakan berupa, besi behel yang menonjol di tembok sekat wc ruangan tersebut. Selanjutnya, para tahanan yang baru menghuni Lapas sejak tanggal 19 Agustus itu, sedikit demi sedikit melobangi tembok ruang isolasi covid19. Persis berada di dekat lantai wc. “Lobangnya kecil sebesar badan,” ungkapnya.

Setelah berhasil menjebol lobang. Kelima tahanan kemudkan melompati pagar pembatas Lapas yang berbatasan dengan pasar PTM Lahat. “Satu yang tinggal, karena dalam ruangan itu ada enam tahanan. Satu tahanan yang tidak mau keluar, tangan dan kakinya diikat serta mulutnya ditutup pakai sarung,” bebernya.(gti)

Komentar

Berita Lainnya