oleh

Kurir Sabu 4 kg ini Dibayar Rp5 Juta

PALEMBANG – Terdakwa Muh Nur alias Nur hanya bisa terdiam saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palembang Selly Agustina SH membacakan dakwaan atas perbuatannya menjadi kurir narkoba jenis sabu seberat 4 kg dan 7.000 butir ekstasi.

Tidak hanya pembacaan dakwaan, Selasa (9/10) dihadapan majelis hakim PN Palembang diketuai Edi Syahputra Pelawi SH MH melalui sidang virtual JPU juga menghadirkan saksi petugas BNNP Mgs Helmi yang menangkap terdakwa.

Sebagaimana dalam dakwaan JPU, saksi Helmi memberikan kesaksian bahwa dirinya melakukan penangkapan pada terdakwa Muh Nur bin Rajab di parkiran RM Musi Indah Jalan Palembang-Jambi Km 75 Desa Bukit, Kampung Baru, Kecamatan Betung, Kabupaten Banyuasin.

“Berawal dari laporan masyarakat bahwa pada hari Hari Kamis, tanggal 16 Juli 2020, akan ada transaksi gelap narkotika jenis sabu dan ekstasi yang dibawa dari Jambi menuju Palembang,” kata Helmi.

Sebelumnya, dia bersama rekan lainnya melakukan pengamatan dan pengintaian terlebih dahulu terhadap salah seorang penumpang di dalam bus Aceh Transport (ATS) di RM Musi Indah, Banyuasin.

“Saat dilakukan pemeriksaan pada semua penumpang bus, saat itu saya bersama rekan BNNP Sumsel mendapati terdakwa membawa satu buah kardus dan tas,” ujar Helmi.

Lalu, saat diperiksa petugas mendapati barang bukti berupa berupa narkotika jenis sabu seberat 3992,16 gram atau 3 kilogram dan pil ekstasi dengan berat netto 2524,88 gram, atau sejumlah 7000 butir.

“Saat dibawa dan diinterogasi terdakwa mengakui mendapat barang haram berupa sabu-sabu dan ektasi itu dari seorang bernama Udin (DPO). Dengan diimingi upah sebesar Rp5 juta,” ungkapnya.

Setelah mendengarkan kesaksian yang dihadirkan oleh JPU itu, terdakwa yang didampingi oleh penasihat hukumnya Triasa SH dari Posbakum PN Palembang, tidak berkeberatan dan membenarkan keterangan saksi.

Atas perbuatannya tersebut JPU didalam dakwaan mengganjar terdakwa sebagaimana perbuatanya diancam Pasal 114 ayat (2) atau Pasal 112 ayat (2) UU Republik Indonesia Nomor  35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (fdl)

Komentar

Berita Lainnya