oleh

Kurir Sabu 5 Kg Minta Hukum Ringan

PALEMBANG – Penasihat hukum lima terdakwa sindikat narkotika lintas provinsi dengan barang bukti 5 kg sabu, Romaita SH merasa sangat berkeberatan dengan tuntutan pidana 20 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palembang Sigit Subiantoro SH.

Hal itu diketahui, Rabu (9/9) saat gelar sidang secara online perkara lanjutan dengan agenda pembacaan pembelaan (pledoi) secara tertulis di hadapan majelis hakim PN Palembang diketuai Yohannes Panji Prawoto SH.

“Kami tidak sependapat dengan tuntutan pidana 20 tahun dari JPU, dari pengakuannya kelima terdakwa ini hanyalah kurir yang diiming-imingi upah sebesar Rp25 juta mengantarkan sabu oleh Reza (DPO) selaku pengirim dan Gofar (DPO) penerima sabu itu,” kata Romaita di hadapan majelis hakim.

Dalam pengakuannya, dari uang upah mengantarkan sabu itu, para terdakwa baru mendapat uang Rp4 juta dari Reza yang diketahui berada di Aceh.

“Untuk itu kami memohon kepada majelis hakim agar dapat mempertimbangkan keringanan hukuman untuk kelimanya, dan apabila bersalah mohon dihukum yang seringan-ringannya,” ujarnya.

Mendengar pembelaan itu, majelis hakim kembali menunda sidang dan akan dilanjutkan pada Kamis (17/9) pekan depan dengan agenda pembacaan putusan (vonis) dari hakim terhadap para terdakwa.

“Kami berharap agar majelis hakim dapat mengabulkan pledoi yang kami ajukan di sidang tadi,” ujarnya usai sidang.

Sebelumnya, JPU Kejari Palembang menuntut lima terdakwa Masri, Sobirin, dan Apriyadi. Ketiganya warga Kabupaten PALI, Sumel. serta dua warga Medan yakni Haris Munandar dan Muhammad Asmadi dengan pidana penjara 20 tahun.

Oleh JPU kelimanya didakwa melakukan tindak pidana pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan barang bukti 7 kantong sabu dengan berat lebih dari 5 kg. (fdl)

Komentar

Berita Lainnya