oleh

Kuryana Azis Dapat Dukungan Tiga Parpol, Johan Anuar Bagaimana?

BATURAJA – Pasca penjaringan bakal calon kepala daerah yang diusung dari Partai Golkar, DPD Golkar Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) masih menunggu surat rekomendasi dari DPP Golkar.

Sekretaris DPD Golkar OKU Aprili ketika dikonfirmasi mengatakan, untuk surat rekomendasi DPP Golkar terkait pencalonan kepala daerah sampai saat ini belum turun.

“Kalau informasi yang kita terima itu tidak lama lagi,” ujarnya dikonfirmasi, Jumat (5/6). Terkait pilkada ini menurut Aprili juga sudah ada Rakornis bidang pemenangan pemilu pemilu untuk wilayah Sumatera 2.

Pelaksanaan rakornis, sebutnya, dilaksanakan secara virtual atau online. Peserta rakor ada yang berasal dari Sumsel, Lampung, Bengkulu, Jambi. Untuk restu DPP Golkar, lanjutnya, diharapkan kepada kader Golkar.

“Pak Johan Anuar ini sebagai kader Golkar,” ujarnya. Hanya saja dalam pilkada, menurut dia, besar kemungkinan Johan Anuar akan kembali berpasangan atau bergabung kembali dengan Kuryana Azis.

Selain pertimbangan kondusifitas, juga masih ada kecocokan dengan Kuryana. Karena keduanya sama sama sebagai incumbent. Dengan berpasangan kembali, jika parpol memutuskan, Aprili mengatakan tidak masalah kembali menjadi wakil bupati. “Pak Johan sudah siap,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Bupati OKU Johan Anuar ketika dikonfirmasi menyebut perihal kesiapan maju dalam pilkada OKU masih akan melihat perkembangan situasi politik.

“Melihat dulu perkembangan politik,”  kata Johan ditemui di ruang kerjanya, Kamis siang (4/6). Mantan ketua DPRD OKU tersebut juga menyebut peluang berpasangan kembali dengan Kuryana Azis tetap ada.

Karena itu, sebut Johan, dalam waktu dekat dia segera akan menghadap Kuryana untuk mengkomunikasikan persoalan pilkada kedepan. “Saya akan komunikasi dulu dengan Pak Kuryana dan minta petunjuk,” terangnya.

Pasalnya, sejak bebas karena masa tahanan habis, Johan mengaku belum ada pembicaraan khusus dengan Kuryana perihal untuk maju dalam pilkada OKU.

Yang jelas, kata dia, keputusan itu tidak bisa diambil sendiri. Tapi perlu persetujuan partai politik (parpol). Kalaupun akan berpasangan kembali, sebut Johan, tentu perlu komunikasi dengan partai politik yang akan mengusung.

Sampai saat ini Johan menyebut komunikasi dengan parpol tetap jalan, baik Nasdem, PDIP, Demokrat, PKB, maupun Gerindra.

“Apakah ada persetujuan dari parpol itu yang penting,” ujarnya. Karena untuk maju dalam pilkada kalau parpol tidak setuju, akan sulit mendapat dukungan. Khususnya untuk memenuhi persyaratan dalam pendaftaran.

Disebut Johan, meski tahapan sudah berjalan mulai 15 Juni, tapi untuk saat ini lebih banyak persiapan untuk ranah penyelenggara pilkada seperti KPU. “Kalau untuk pendaftaran bakal calon diperkirakan Agustus mendatang. Terlalu dini bicara sekarang,” ujarnya.

Terpisah Sekretaris Nasdem OKU, Rahmad Saleh mengatakan, sampai saat ini Kuryana Azis sudah mendapatkan dukungan tiga parpol. Tiga parpol sudah memberikan restu melalui surat tugas untuk mencari pasangan calon wakil. Yakni partai PKS, Nasdem, dan PPP.

Soal calon pasangan disebut Rahmad, belum ada. Kalaupun ada, tentu harus dikomunikasikan dengan partai politik pengusung termasuk pengurus DPP. Sedangkan kendalanya, sejak Maret 2020 lalu aktivitas kita tidak bisa lagi ke DPP partai politik karena dampak covid 19. (bis)

Komentar

Berita Lainnya