oleh

Kuryana Meninggal, Peluang Johan Anuar Tertutup

SUMEKS.CO, PALEMBANG – Kekosongan kepemimpinan di Pemkab OKU terjadi pascameninggalnya Bupati H Kuryana Aziz, Senin (8/3) pukul 08.10 WIB di RS RK Charitas.

Pakar Hukum Tata Negara Unsri Dr Febrian MS mengatakan bahwa meninggalnya Bupati OKU Kuryana Aziz sebenarnya bisa digantikan wabup Johan Anuar. Tetapi karena wabup tersandung kasus hukum dan belum mempunyai kekuatan hukum tetap, maka proses politik yang berjalan di pemkab menjadi terhambat.

“Seyogyanya wabup naik (jadi bupati). Tetapi karena wabup tersandung masalah hukum, hal itu tidak bisa terjadi,” kata Febrian kepada SUMEKS.CO.

Bagaimana jika Johan Anuar divonis di bawah satu tahun? Febrian menambahkan bahwa peluang Johan Anuar untuk menjadi bupati sudah tertutup karena statusnya sebagai terdakwa. Berbeda konteksnya jika Johan Anuar tidak menyandang status terdakwa.

“Peluang wabup pun sudah tertutup bagi Johan Anuar,” ujarnya.

Wacana pemilihan bupati dan wabup di DPRD OKU? Kewenangan untuk mengajukan bupati dan wakil bupati dalam pemilihan di DPRD OKU, lanjut Febrian, ada pada partai pengusung dan pendukung. Terlebih Kuryana Aziz-Johan Anuar saat itu merupakan pasangan tunggal atau kotak kosong, maka yang berwenang untuk mengajukan calon bupati-wakil bupati ada pada partai pengusung dan pendukung.

“Wewenang ada pada partai pengusung dan pendukung,” tukasnya.

Mengisi kekosongan pemerintahan di Pemkab OKU? Febrian menegaskan bahwa Sekretaris Daerah OKU bisa menjadi pelaksana harian bupati sementara belum ada bupati dan wabup terpilih. “Sekda harus berkoordinasi dengan Mendagri dalam membuat kebijakan,” pungkasnya. (dom)

 

DPRD

 

 

Komentar

Berita Lainnya