oleh

Lagi, AS Kirim Kekuatan Militer Tambahan Ke Timur Tengah

-Dunia-178 views
Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengumumkan persetujuannya terhadap pengiriman kekuatan militer tambahan ke Timur Tengah. Pengiriman ini, bersamaan dengan tudingan Iran yang menyebut Washington sedang mengatur suatu skenario di kawasan tersebut.

Pejabat Menteri Pertahanan AS Patrick Shanahan mengatakan, dirinya telah memberi tahu Kongres AS tentang permohonan pengiriman pasukan dan peralatan militer tambahan ke Timur Tengah.

“Tujuannya untuk memperkuat perlindungan pasukan AS akibat adanya ancaman berkelanjutan yang dilakukan oleh Angkatan Bersenjata Iran, termasuk Garda Revolusi dan para agennya,” jelas Shanahan seperti dikutip dari laman Aljazeera.net, Sabtu (25/5).

Kekuatan militer tambahan itu, lanjut Shanahan, meliputi sekitar 1.500 prajurit serta baterai anti-rudal Patriot.

Sementara Pentagon menyebutkan, pihaknya tidak akan mengerahkan pasukan tambahan di Irak ataupun Suriah. Tujuan kekuatan militer tambahan tersebut, imbuhnya adalah defensif untuk mengantisipasi ancaman Iran.

Keputusan Washington tersebut sontak mengundang respons dari sejumlah pihak, termasuk Rusia. Ketua Komisi Luar Negeri Parlemen Rusia, Vladimir Jabbarov mengatakan, langkah AS itu bertujuan untuk mengintimidasi Iran.

Tak hanya itu, Jabbarov juga menilai pengiriman kekuatan militer tambahan ke Timur Tengah akan menyebabkan ketegangan baru. Bahkan tidak menutup kemungkinan langkah itu akan mengakibatkan pecahnya perang skala luas.

Sekjen PBB Antonio Guterres juga menyampaikan hal yang sama. Melalui Jurubicaranya, Stéphane Dujarric, Guterres juga menyeru semua pihak untuk dapat menahan diri.

Ketegangan antara AS dan Iran kembali terjadi setelah Washington memutuskan untuk keluar dari kesepakatan nuklir tahun 2017 lalu. Dampak dari keputusan itu, Washington memberlakukan kembali seluruh sanksi ekonomi terhadap Teheran.

Ketegangan semakin memuncak menyusul keputusan Pentagon baru-baru ini yang mengirimkan pesawat tempur USS Abraham Lincoln (CVN-72) dan sekitar lima ribu prajurit ke kawasan Timur Tengah. (rmol)

Komentar

Berita Lainnya