oleh

Lagi, OTT KPK, Komisioner KPU Diamankan. Sebelumnya Ada Mulyana W Kusumah

SUMEKS.CO-Selang satu hari setelah KPK menangkap Bupati Sidoarjo Saifill Ilah pada Selasa kemarin, komisi anti rasuah itu kembali menangkap Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) berinisial WS dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar pada Rabu (8/1).

“Iya tadi siang KPK ada giat OTT kepada yang diduga seorang komisioner KPU berinisial WS,” kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron kepada wartawan, Rabu petang. Hal yang sama dikatakan ketua KPK Firli Bahuri. WS ditangkap terkait suap.

“Kita melakukan penangkapan terhadap para pelaku yang sedang melakukan tindak pidana korupsi berupa suap. Kami masih bekerja,” ujar Firli saat dikonfirmasi.

Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap Komisioner Komisi Pemilihan Umum Wahyu Setiawan dalam operasi tangkap tangan, Rabu (8/1/2020).

Rencananya, KPK akan memberikan keterangan lebih lanjut pada Kamis (9/1) besok. Sebelumnya, dalam OTT terhadap bupati Sidoarjo, KPK telah mengamankan sejumlah uang.

Hal ini dibenarkan oleh Plt Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri. “Ada (uang), masih dihitung penyelidik,” kata dia, Rabu (8/1). KPK berencana akan merilis jumlah uang yang disita tersebut usai dihitungnya.

Pada beberapa tahun sebelumnya. Pada 2005 silam juga ada anggota KPU yang ditangkap KPK. Dia adalah Mulyana W Kusumah. Mulyana ‎ditangkap lembaga antirasuah karena ketahuan berusaha menyuap petugas Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Mulyana membawa uang pelicin sebesar Rp 300 juta.

Mulyana terindikasi melakukan penyimpangan 33 pengadaan barang dan jasa untuk Pemilu 2004 silam. Dia pun ditahan di Rutan Salemba, Jakarta.

Mulyana terbukti melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP. Mulyana dipidana tiga tahun penjara dengan denda Rp‎ 50 juta subsidair tiga bulan kurangan.

Lima belas tahun usai preseden memalukan itu, KPU harus berurusan lagi dengan KPK. Wahyu Setiawan ditangkap KPK saat menggelar OTT di Jakarta. KPK menduga, telah terjadi pemberian dan penerimaan suap.

“Iya benar, Komisioner KPU atas nama WS (Wahyu Setiawan),” kata Ketua KPK Firli Bahuri dikonfirmasi, Rabu (8/1).

Firli menyampaikan, tim satgas penindakan KPK turut meringkus pemberi dan penerima suap dalam operasi kedap tersebut. Namun, dia belum menjelaskan secara rinci terkait penerimaan suap tersebut.

Sempat Hilang Kontak

Mendengar koleganya dicokok KPK, Ketua KPU Arief Budiman kaget. “Kalau benar ditangkap Pak WS (Wahyu Setiawan), saya prihatin,” katanya, Rabu (8/1).

Arief mengatakan, sebelum berita OTT tersebut tersebar, dirinya masih sempat berkomunikasi dengan Wahyu. Pada hari ini, Wahyu diagendakan mengisi sosialisasi di Belitung.

Namun, setelah kabar OTT tersebut meluas, Arief tak bisa lagi mengontak Wahyu. Tidak ada respons.

“Setelah itu sudah tidak bisa. Sore tadi, saya coba hubungi tapi (sudah) enggak bisa,” katanya.

Arief pun langsung menghubungi salah seorang staf KPU yang ikut terbang bersama Wahyu ke Belitung. Staf tersebut kaget, karena saat pesawat landing, Wahyu Setiawan sudah tidak terlihat bersama rombongan.

“Beliau berangkat bersama staf pesawat siang. Begitu pesawat landing, para penumpang turun, lho kok yang turun hanya staf humas. Tapi Pak Wahyu enggak ada dalam rombongan,” ungkapnya.‎ (dal/fin/jpnn).

Komentar

Berita Lainnya