oleh

Lagi, Polisi Gagalkan Penyelundupan Baby Lobster Senilai 8,5 M

SUMEKS.CO- Lagi, Polres Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim)  berhasil menggagalkan upaya penyelundupan Baby Lobster yang diperairan Tanjabtim sebagai lokasi perlintasan pengiriman barang ilegal tersebut.

Kapolres Tanjabtim, AKBP Deden Nurhidayatullah Senin (22/02) mengatakan, penangkapan ini bermula dari kecurigaan salah satu anggota jajaran Polres Tanjabtim atas nama Aipda Mulyadi Sirait yang saat itu tengah melintas di jalur Lintas Muaro Jambi-Muara Sabak, atau tepatnya di sekitar ruas jalan WKS Muara Sabak, sekitar pukul 21.00 wib, Jumat (19/02).

Pada saat itu, Aipda Mulyadi melihat satu unit kendaraan Innova silver dengan Nopol B 2670 CBB melintas di lokasi yang sama dengan kondisi yang mencurigakan.

“Pada saat itu, anggota kita yang melintas satu arah dengan mobil Innova tersebut melihat ada keanehan dari muatan yang ada di dalam mobil tersebut. Dari bayangan kaca belakang mobil tersebut, terlihat ada susunan box-box hitam di dalamnya,” ucap Kapolres.

Kapolres juga menjelaskan, karena pada saat itu anggota tersebut hanya seorang diri, kemudian Aipda Mulyadi menghubungi Sat Reskrim Polres Tanjabtim dan melaporkan kejadian itu guna ditindak lanjuti terkait penyelidikan terhadap barang bawaan yang ada di dalam mobil tersebut.

“Atas laporan tersebut, anggota Sat Reskrim lantas menelusuri keberadaan mobil tersebut dan mendapati kendaraan tersebut tengah melintas di sekitar Kelurahan Parit Culum I, Kecamatan Muara Sabak Barat,” jelas Kapolres.

“Selanjutnya anggota Sat Reskrim bersama anggota Provos mencoba memberhentikan mobil tersebut. Akan tetapi pengendara mobil itu bukannya berhenti, malah memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi,” sambungnya.

Melihat kejadian tersebut, anggota semakin curiga dengan barang bawaan yang ada di dalam mobil tersebut, yang kemungkinan sopir mobil tersebut sengaja menghindar dari pemeriksaan anggota.

“Kemudian anggota Sat Reskrim, Provos dan SPKT beserta Aipda mulyadi terus mengejar mobil tersebut namun hilang jejak di sekitar Simpang Lima Kelurahan Nibung Putih, Kecamatan Muara Sabak Barat,” ungkap Kapolres.

Karena tidak ingin buruannya tersebut kabur lebih jauh lagi, kemudian anggota berusaha menyisir lokasi di sekitar Kelurahan Nibung Putih. Dan sekitar pukul 23.30 wib, anggota yang melakukan pencarian keberadaan mobil tersebut melihat keberadaan kendaraan Innova yang buru memutar arah dan kemudian masuk ke arah perkebunan sawit.

“Selanjutnya anggota kembali melakukan pengejaran terhadap mobil tersebut. Setelah melakukan pengejaran, anggota akhirnya menemukan mobil tersebut sedang terparkir dalam kondisi terkunci dan telah ditinggalkan pengendaranya di dalam kebun sawit di Kelurahan Nibung Putih,” ujar Kapolres.

“Setelah dilakukan upaya paksa guna membuka kunci pintu mobil tersebut, akhirnya anggota menemukan barang bukti 17 box styrofoam yang berisikan benih bening lobster yang diperkirakan bernilai sekitar 8,5 miliar rupiah,” tambahnya.

AKBP Deden juga menuturkan, pihaknya masih terus melakukan pengungkapan kasus ini guna memburu para pelaku yang terlibat dalam kepemilikan serta pengiriman barang bukti baby lobster yang berhasil ditemukan tersebut dan juga menyelidiki pemilik kendaraan roda Empat jenis Innova yang ditinggalkan pengemudinya tersebut.

“Di dalam kendaraan Innova ini, anggota juga menemukan plat kendaraan lain dengan Nopol BH 1983 FD,” tuturnya.

Selain itu, AKBP Deden juga mengatakan, dari keterangan beberapa pelaku penyelundupan baby lobster yang berhasil diamankan selama ini, mereka memang memanfaatkan Kabupaten Tanjabtim sebagai jalur penyebrangan ke lokasi lainnya.

Namun persiapan-persiapannya diindikasikan bukan di Tanjabtim, kemungkinan dilakukan di Kabupaten atau Kota lain di Luar Kabupaten Tanjabtim.

“Ini mungkin juga sebagai masukan dari Satgas di Polres lain untuk mengembangkan dan mencari informasi gudang juga packing house serta tempat pengganti oksigen, baik di area luar Kota Jambi maupun di dalam Kota Jambi,” tegas Kapolres.

Selanjutnya, barang bukti baby lobster ini diserahkan kepada pihak Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Jambi yang nantinya akan di lepas liarkan di habitat aslinya. (pan/muz/ji/jambiindependent)

Komentar

Berita Lainnya