oleh

Lahan Tidur Jadi Ikon Wisata

MURATARA – Pemerintah Desa (Pemdes) Bingin Rupit, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara, sulap lahan tidur jadi pusat Agrowisata. Puluhan hektar lahan yang tadinya terlantar itu akan di lengkapi beragam fasilitas publik dan swafoto.

Kepala Desa Bingin Rupit Henky Basyid, saat dibincangi Jumat (13/12) menuturkan. Selama puluhan tahun ratusan hektar lahan potensi pertanian di desa mereka hanya di tumbuhi semak dan ilalang.

Pihaknya berusaha semaksimal mungkin menghidupkan kembali geliat pertanian dan mengajak masyarakat pemilik lahan untuk kembali ke ladang mereka masing-masing. “Kita sudah membuat jalan, dua dam bendungan dan pendopoan. Rencananya kami akan jadikan pusat pertanian di desa ini menjadi tempat wisata, nanti bendungan yang di gunakan sebagai perairan sawah bisa digunakan sebagai lokasi pemancingan,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga tengah melakukan penghijauan di sekitar areal sawah yang sudah mereka buka. Tanaman buah seperti kelengkeng, mangga, jambu dan tanaman lainnya di harapkan bisa tumbuh memberikan daya tarik wisata. “Kita juga akan menerapkan konsep alami untuk mempercantik lokasi dengan bambu,” bebernya.

Dia mengatakan, akses desa Bingin Rupit yang berjarak 3 KM dari Ibu kota Kabupaten, dianggap sangat persentatif dan cocok dikembangkan menjadi lokasi wisata. “Sekarang lokasi wisata di Muratara masih minim, tentunya ke depan wilayah kita akan berkembang. Jarak desa kita sangat dekat dengan ibu kota, dan diprediksi bakal menjadi tujuan warga,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Titin Martini melalui Kabid Wisata Zazili mengungkapkan, pihaknya sangat mendorong pengembangan wisata lokal khususnya di tingkat desa. Pasalnya, banyak potensi yang bisa dikembangkan sehingga wisata itu bisa menjadi sumber penghasilan masyarakat setempat.

“Desa bisa menganggarkan pembangunan untuk mendukung potensi wisata di desa mereka. Kita sangat dukung seluruh desa di wilayah Muratara, harus mengembangkan potensi wisata di wilayah masing-masing,” bebernya.

Pihaknya menegaskan, banyak konsep wisata yang bisa diterapkan. Diantaranya wisata kuliner, wisata alam, wisata perairan, wisata kebun, wisata budaya, wisata seni, dan sejumlah konsep wisata lainnya. “Seperti di kulon Progo, di sana pemerintah desa mereka bisa mengembangkan potensi desa dan menjadi daya tarik yang luar biasa bagi para wisatawan,”tutupnya.(cj13)

Komentar

Berita Lainnya