oleh

Lahan Warga Transmigrasi, Dikelola Perusahaan

-Sumsel-1.892 views

LAHAT – Puluhan warga dari Desa Sukaharjo, Kecamatan Kikim Timur mendatangi Pemda Lahat. Mereka melakukan pertemuan dengan pihak perusahan perkebunan PT MHP (Musi Hutan Persada), Kamis (3/12).
Lantaran adanya dugaan pengelolaan lahan oleh pihak perusahaan PT MHP di lahan II Transmigrasi milik warga Desa Sukaharjo. Dari hasil pertemuan antara kedua belah pihak, rencananya akan dilakukan cek lapangan pada 15 Januari mendatang.

Ponimin (49) warga Desa Sukoharjo, mengungkapkan bahwa awalnya warga Transmigrasi tinggal di desa tersebut sejak tahun 1982. Berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat bahkan DKI Jakarta. Mayoritas penduduk merupakan petani dan buruh tani sawit dan karet.

“Kami ada sertifikat. Lahan yang diklaim perusahaan itu di Lahan II milik warga Transmigrasi,” ucapnya.

Sementara Kades Sukaharjo, Misbah, mengungkapkan munculnya permasalahan ini lantaran pihak perusahaan tahun 2018 ini mengelola lahan yang merupakan milik warga. Awalnya warga telah melalukan protes agar perusahaan menghentikan aktivitas namun belum direspon. Selanjutnya dilakukan pertemuan yang dimediasi Pemda Lahat.

“Sertfikat yang dikumpulkan ada sekitar 36 sertifikat. Sementara lahan yang dipermasalahkan sekitar 100 ha,” ungkap Misbah.

Eksternal Manager PT MHP Lahat, Harnadi mengungkapkan bahwa pihaknya melakukan pengelolaan di lahan konsesi hutan tersebut sesuai izin dari Kemenhut.

“Lahan yang kami kelola masuk dalam konsesnsi sesuai SK. Namun kita tidak akan berdebat disini dan lebih baik melakukan pengecekan di lapangan,” tambahnya.

Sementara itu Bupati Lahat Cik Ujang SH melalui Asisten I Ramsi menambahkan dari hasil pertemuan, kedua belah pihak mengklaim memiliki surat keterangan terkait lahan tersebut.

“Namun untuk lebih jelas maka akan melakukan cek lapangan pada lahan yang disengketakan, pada 15 Januari mendatang,” tutupnya.(gti)

Komentar

Berita Lainnya