oleh

Lahat Belum Buka Rekruitmen PPPK Tahun Ini

-Sumsel-1.305 views
LAHAT – Rekruitmen Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang sebelumnya sempat jadi polemik. Lantaran penerimaan PPPK, termasuk anggaran dan gaji dibebankan ke APBD daerah. Membuat Pemda Lahat belum membuka rekruitmen PPPK tahun ini.

Seperti yang diungkapkan Kepala Kepala Badan Kepegawaian Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lahat, Rahmat Surya Effendi. Melalui melalui Kabid Pengadaan dan Pemberhentian, dan Informasi Pegawai, Isna Abidara BA. Bbahwa untuk PPPK pusat dibebankan ke APBN. Sedangkan untuk PPPK daerah dibebankan ke APBD. Sehingga untuk Kabupaten Lahat baru menganggarkan pada tahun 2020 mendatang.

“Untuk tahun 2019 ini karena belum dianggarkan jadi belum ada penerimaan PPPK. Apalagi terakhir pengiriman berkas kuota terakhir hari ini,” ungkap Isna, Kamis (7/2).

Namun lanjutnya untuk 2020, akan dilakukan penghitungan bukan hanya tiga bidang saja. Namun juga untuk umum secara real. “Untuk penerimaan CPNS juga akan kita hitung. Untuk dianggarkan bila ada petunjuk dari pusat,” tambahnya.

Rekrutmen PPPK) pada tahap pertama 2019 yang rencana awal menggunakan dana APBN pusat. Ternyata dari hasil pertemuan dibebankan ke daerah.

Untuk tahap pertama penerimaan PPPK ini khusus tenaga honorer K2. Dengan bidang ilmu dan formasi untuk kebutuhan guru, tenaga kesehatan dan penyuluh pertanian. Dari jumlah 585 tenaga honorer K2 yang tersisa. Hanya bisa diikuti sekitar 250 tenaga honorer. Karena sesuai bidang ilmu yang dibuka pada tahap pertama hasil rekor oleh pusat.

Terpisah Ketua Forum Honorer K2 Indonesia Kabupaten Lahat Devi Damayanti SPd menjelaskan. Bahwa forum menolak penerimaan PPPK karena tidak sesuai dengan harapan. Pihak forum yang menginginkan pengangkatan menjadi PNS. Namun begitu bila anggota forum ingin ikut tetap dipersilahkan.

Menurutnya, rekruitmen PPPK tahap awal ini pula hanya dibatasi guru, tenaga kesehatan dan penyuluh pertanian. Selain itu pula hanya dibatasi S1 sedangkan masih ada yang SMA. “Rata- rata honor K2 yang guru SD tamatan SMA,” ucapnya.

Lalu untuk data K2 yang sebelumnya memang 585 honorer. Namun ada yang berkurang karena berhenti maupun lain hal. Sementara yang tergabung dalam forum hanya 218 honorer. “Masih ada yang belum tergabung dalam forum,” tukasnya.(gti)

Komentar

Berita Lainnya