oleh

Laksanakan Pengabdian Masyarakat, Dosen Prodi Pendidikan Teknik Mesin FKIP Unsri Beri Pelatihan Las

INDRALAYA – Dalam rangka melaksanakan tridharma perguruan tinggi. Dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Sriwijaya (Unsri) melaksanakan pengabdian pada masyarakat (PPM). Kegiatan PPM ini melibatkan dosen Prodi Pendidikan Teknik Mesin.

Ketua Pelaksana PPM, Elfahmi Dwi Kurniawan, S.Pd., M.Pd.T menjelaskan. Bahwa PPM sendiri adalah kegitan rutin tahunan. Yang wajib dilakukan oleh setiap dosen. Hanya saja lokasi pelaksanaan dan temanya berbeda-beda.

Materi dalam setiap pengabdian masyarakat pun membahas masalah yang terjadi dalam masyarakat disesuaikan dengan program studi dari masing-masing dosen tersebut, dan kegiatan yang biasanya dilakukan adalah dengan mengadakan pelatihan, seminar, penyuluhan, kerja sosial, sosialisasi dan lain sebagainya.

“Kegiatan pengabdian pada masyarakat itu sendiri di bawah naungan lembaga penelitian dan pengabdian pada masyarakat (LPPM) Unsri,” kata Elfahmi, saat acara pembukaan program PPM di Laboratorium Pendidikan Teknik Mesin FKIP Unsri Kampus Indralaya, Sabtu (2/11) lalu.

Bentuk kegiatan pengabdian kali ini berupa pelatihan las Tungsten Inert Gas (TIG) dan Metal Inert Gas (MIG) bagi pemuda putus sekolah di Kelurahan Simpang Timbangan Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir. Kegiatannya tersebut berupa pemberian pelatihan keterampilan mengelas TIG dan MIG.

Kegiatannya dilaksanakan selama 2 hari yaitu dari 2 – 3 November 2019, bertempat di Laboratorium Pendidikan Teknik Mesin FKIP unsri, Kampus FKIP Indralaya. Kegiatan tersebut diikuti oleh 18 peserta.

Tujuan dari PPM ini adalah memberikan keterampilan mengelas TIG dan MIG melalui pemberdayaan kelompok pemuda putus sekolah di Kelurahan Timbangan Kabupaten Ogan Ilir.

Sementara tujuan khususnya adalah pertama,  peningkatan keterampilan mengelas TIG pemuda putus sekolah usia produktif, khususnya mereka yang menganggur. Kedua meningkatkan persepsi kalangan muda usia produktif agar memiliki pencitraan yang lebih positif dan berharga terhadap kewirausahaan.

 

“Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan keterampilan las TIG dan MIG kepada Pemuda putus sekolah di Keluarahan Timbangan, sehingga diharapkan pada akhirnya mereka bisa membuka usaha sendiri atau bekerja dengan keterampilan barunya,” pungkasnya. (cj17/adv)

Komentar

Berita Lainnya