oleh

Lakukan Pengukuran Ulang Lahan Pelatihan Gajah

LAHAT – Gesekan terkait dugaan sengketa lahan antara warga Dusun Padang Baru, dengan pihak BKSDA masih berlanjut. Bahkan nyaris berbuntut anarkis dan bentrok. Guna meredam amarah warga, Bupati Cik Ujang SH bersama Kapolres Lahat AKBP Ferry Harahap S.Ik beserta rombongan. Mendatangi warga ke Dusun Padang Baru, Desa Padang, Kecamatan Merapi Selatan, Lahat, Selasa sore (5/3).

Kedatangan keduanya dijaga ketat aparat Polres Lahat. Begitupun di areal perkantoran pusat pelatihan gajah BKSDA Lahat yang dihari sebelumnya sempat didatangi warga. Permasalahan dugaan sengketa lahan antara warga dengan pihak BKSDA. Lantaran warga mengklaim sekitar 170 ha di lahan tersebut milik mereka. Dan belum ada ganti rugi serta penyelesaian.

Sementara dari pihak BKSDA, sesuai SK Kementrian Kehutanan. Ada 210 ha di lahan tersebut adalah pusat pelatihan gajah seksi wilayah II BKSDA Lahat. Warga Senin sore (4/3) hingga malam harinya sempat ribut di areal perkantoran pusat pelatihan gajah BKSDA. Selanjutnya dilakukan pengamanan oleh anggota TNI dan Polri. Serta meminta warga untuk tetap tenang. Pemicunya diduga bibit tanaman yang ditanam warga di laham tersebut dicabut.

Dalam mediasi yang dilakukan di desa tersebut, Bupati Lahat Cik Ujang SH menyampaikan agar warga menyelesaikan permasalahan ini dengan sabar kepala dingin. Selain itu terkait keinginan adanya pengukuran lahan pusat pelatihan gajah. Apakah benar seluas 210 ha maka akan dilakukan. Begitupun terkait permasalahan sengketa lahan akan dilakukan mediasi dan warga diminta sabar.

“Untuk pengkuran ulang akan kita lakukan. Yang jelas warga tetap sabar dan dingin,” ungkap Bupati.

Begitupun disampaikan Kapolres Lahat AKBP Ferry Harahap S.Ik. Agar warga jangan bertindak melawan hukum apalagi berbuat anarkis. “Kami sebagai penegak hukum tentu akan melakukan penindakan. Bila warga melakukan aksi melawan hukum. Namun yang kita inginkan penyelesaian secara baik- baik. Untuk itu warga diminta tetap dingin, ikuti proses mediasi yang ada dan bersabar. Apalagi pegawai BKSDA hanya bekerja. Sedangkan permasalahan lahan ini merupakan milik BKSDA,” ungkap Kapolres Lahat.

Diungkapkan Samroh, Kepala Desa Padang, Kecamatan Merapi Selatan. Bahwa warga mengklaim sekitar 170 ha lahan pusat pelatihan gajah tersebut merupakan milik mereka. Dan belum ada ganti rugi serta penyelesaian.

Sementara dari pihak BKSDA bahwa lahan tersebut,sesuai SK Kementrian merupakan lahan pusat pelatihan gajah.

Bastawi, warga setempat mengaku ada sekitar 170 ha lahan yang sebelumnya adalah milik warga. Pihaknya terpaksa melakukan penebasan untuk berkebun. Karena lahan tersebut awalnya milik mereka. Namun pada tahun 90-an ternyata menjadi lahan BKSDA.(gti)

 

Komentar

Berita Lainnya