oleh

Laporkan Dugaan Money Politic Anggota DPR RI, Malah Duduk jadi Terdakwa

-Headline-221 views

SUMEKS.CO – Niat awal hanya ingin menegakkan pemilu legistlatif yang jujur dan adil, lalu melaporkannya ke Bawaslu RI karena dugaan kasus money poltic yang dilakukan oleh anggota DPR RI berinisial KM dalam pemilihan legislatif 2019 lalu. KM dilaporkan telah membagikan kain sarung dan baju rebana di Desa Ujung Tanjung, Kabupaten Banyuasin oleh Baha’udin (36).

Warga Jl KH Sulaiman R, RT 18/04, Kelurahan Kedondong Raya, Kecamatan Banyuasin II, Kabupaten Banyuasin ini kemudian melaporkannya ke Bawaslu RI di Jakarta pada tanggal (24/04/2019) dan Rizal melapor ke Bawaslu Sumatera Selatan pada tanggal (22/04/2019) dengan barang bukti kain sarung yang ada tulisan anggota DPR RI berinisial KM. Usai membuat laporan, terdakwa Bada’udin memberi keterangan kepada media.

Akibat laporan ke Bawaslu dugaan adanya money politic dan berita di sejumlah media tersebut Bada’udin di laporkan Rusman Hakin, Kades Desa Ujung Tanjung Banyuasin, ke Ditreskrimsus Polda Sumsel. Dengan tuduhan penggelapan kain sarung dan baju rebana atau pasal 372. Dan kasus pencemaran nama baik pasal 378 dan pada tanggal (20/05/2019) terdakwa ditahan penyidik karena telah ditetapkan jadi tersangka hingga tanggal (18/06/2019).

Akhirnya Baha’udin menjadi terdakwa dalam kasus pidana umum dengan dakwaan penggelapan kain sarung dan baju rebana yang disita dari Bawalu RI.

Hal ini terungkap setelah tim kuasa hukum Baha’udin H Alamsyah Hanafiah SH MH dan pathner membacakan eksepsi atau nota keberatan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Shanty Meriane SH dan Prita Sari SH, terhadap surat dakwaan JPU No. Reg. Perkara : PDM-1527/L.619/08/2019 tertanggal 22 Agustus 2019 di Pengadilan Negeri Banyuasin, Sukajadi Talang Kelapa Banyuasin, Kamis (12/9) siang.

Dalam eksepsinya, Alamsyah menyampaikan dakwaan jaksa tidak jelas, kabur, tidak cermat dan batal demi hukum karena laporan ke Bawaslu legal sebagai penegakan hukum dalam pileg yang lalu.

“Yang dilaporkan dalam dakwaan Rizal tapi yang ditahan malah klien kami Bada’udin. Barang bukti kain sarung dan baju rebana disita dari Bawaslu sebagai lembaga negara. Dan barang bukti harganya di bawah Rp2 juta dan pencemaran nama baik tuntutannya di bawah 5 tahun, dan terdakwa mestinya tidak di tahan,” beber Alamsyah.

Alamsyah menduga kuat, kliennya Bada’udin dijadikan tersangka dan terdakwa karena dikriminalisasi oleh aparat dan oknum tertentu. Hal ini disampaikan dalam judul eksepsi kuasa hukum terdakwa.

Dia menambahkan, saat sarung dan baju rebana disita tidak dikuasai oleh terdakwa namun barang bukti tersebut ada di Bawaslu “Itu lembaga negara jadi laporan dugaan money politik KM tidak diproses Bawaslu karena barang bukti disita penyidik Polda Sumsel,” ungkap advokat senior ini.

Sidang lanjutan akan digelar minggu depan Pengadilan Negeri Sukajadi dengan agenda mendengarkan tanggapan jaksa terhadap esepsi penasehat hukum terdakwa.(dho)

Komentar

Berita Lainnya