oleh

Laskar Wong Kito Gencarkan Crossing untuk Manjakan Beto

JAKARTA – Berbagai cara dilakukan para barisan penyerang Sriwijaya FC agar solid saat Liga 2 kembali digelar. Terutama setelah Alberto “Beto” Goncalves masuk. Dengan mengusung pola 4-3-3, para penyerang kanan dan kiri berusaha memahami keinginan Beto yang diplot sebagai penyerang tengah.

Sebagai pemain yang baru masuk, Beto memang butuh saling memahami dengan pemain lainnya. Karena itu, ada inisiatif dari pemain untuk menambah porsi latihan sendiri setelah jatah latihan resmi usai. Sebagai penyerang kanan dan kiri, Rahel Radiansyah dan Firman Septian bergantian melakukan penetrasi dari sayap untuk kemudian dikirim ke tengah agar bisa dijinakkan Beto selanjutnya dikonversi menjadi gol.

“Saya selalu menambah porsi latihan sendiri bersama Beto dan Firman. Kami terus melakukan pemahaman bola-bola yang diinginkan Beto,” ungkap Rahel.

Lanjut Rahel, bola yang disodorkan ke Beto mayoritas crossing. Rahel kemudian menyerahkan kepada Beto untuk eksekusinya. Apakah akan langsung disambar dengan kepala atau langsung ditendang maupun dikontrol dulu sebelum diceploskan ke gawang lawan.

“Yang pasti saya sudah tahu Beto memiliki kepala yang mematikan selain kedua kakinya yang berbahaya. Karena itu saya lebih suka berikan bola crossing ke dia dan Beto juga suka bola model gitu,” ucapnya.

Dijelaskan Rahel, untuk memanjakan Beto butuh partner. Firman yang biasa menjadi tandem di sisi kanan selalu dilibatkan dalam eksperimen ini. Eks Winger Martapura FC ini meyakini bahwa jika latihan terus digenjot akan muncul chemistry di barisan depan tim berjuluk Laskar Wong Kito.(kmd)

 

Komentar

Berita Lainnya